LANGKAH STARTEGIS TERCAPAINYA WISATA SAMOSIR 2010

Samosir,

Langkah strategis Komitmen masyarakat Samosir agar segera terbentuknya Provinsi Tapanuli (Protap) sudah harga mati. Langkah ini strategis untuk wujudkan Kabupaten Pariwisata 2010. Begitu lamanya derah termarjinal di kawasan Pantai Barat Sumatera Utara dengan Stigma Peta Kemiskinan.

Pemerintah Kabupaten Samosir, dan DPRD Kabupaten Samosir telah begitu Konsisten merespon masyarakat dari BKAG Kabupaten Samosir, Tokoh Masyarakat Samosir dan Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Intelingensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Samosir, sehingga dengan tidak berfikir panjang rekomendasi dikeluarkan bagi Pembentukan Provinsi Tapanuli, Dengan terbentuknya PROTAP difahami sebagai momentum untuk percepatan Pembangunan masyarakat samosir. Jika bekas Keresidenan Tapanuli ini sudah menjadi Provinsi maka diharapkan ketertinggalan kawasan Pantai Barat Sumatera dapat dituntaskan melalui proses pembangunan yang Efektif dan Efisien bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Mardohar Roy M H, SH. Caleg Partai PDK Dapem 8, eksponen aktivis 98 Jakarta dan Anggota NGO Taiwan (Konservasi Alam dan Pendidikan), Lebih Lanjut dikatakan bahwa satu-satunya bekas Keresidenan di Indonesia yang belum menjadi Provinsi adalah bekas Keresidenan Tapanuli, sehingga Pemebentukan Provinsi Tapanuli harga mati.

Untuk itu Pembentukan Provinsi Tapanuli menjadi sangat pemting dengan beberapa pertimbangan baik secara objektif dan subjektif. Bagaimana kita melihat Tapnuli yang dikenal sebagai derah peta kemiskinan yang menggambarkan selama ini pembangunan belum begitu bagus semenjak selama 63 tahun Indonesia merdeka. Situasi itu sangat Kontraduktif dengan esensi pembangunan dimana telah di rumuskan oleh pakar ekonomi pemabangunan bahwa proses pembangunan ekonomi termasuk wilayah adalah menghapus kemiskinan Untuk mempercepat dibentunya PROTAP.

Secara rinci dimana lembaga formal dan informal tidak berkembang baik di tapanuli selama Orde Baru khususnya di pendidikan. Hal itu bisa kita lihat dan jumlah SMP dan SMA hanya 300 % atau kurang 600 unit. Dan mininnya Perguruan Tinggi di Tapanuli maka tidak dapat bekembang untuk mempermudah dan mempercepat pendidikan. Menurutnya, pembentukan Provinsi Tapanuli tidak lain dan wujud kepedulian terhadap upaya memacu pertumbuhan sebagaian wilayah yang dalam skala rata-rata Nasional terhempit dari kondisi ketertinggalan. Untuk itu terbentuknya Provinsi Tapanuli akan dapat memudahkan pelaksaan pembangunan di daerah Tapanuli, karena keputusan penting yang menyangkut hajat hidup orang banyak akari dapat langsung ditecle oleh PEMDA PROTAP tanpa harus melalui Provinsi Sumatera Utara.

Disamping itu, reformasi Pemerintah Daerah melalui Undang-Undang No. 22 dan No. 25 Tahun 1999 yang memungkinkan Pemerintah Derah dapat lebih lincah dalam melaksanakan pembangunan daerah. Untuk itu masyarakat Tapanuli yang Pluralisitik merupakan justifkasi bahwa Pembentukan Provinsi Tapanuli jauh dari keinginan yang berlandaskan SARA./sumber : Roy Maros

PARTAI PDK

CALEG NO.4

ADA DATA SAYA FRIENDSTER