ditulis oleh Hobas (parhobas).
http://www.bataknews.com/wp-content/uploads/2007/12/husasa1.jpg
Natal, siapa yg gag kenal natal, Natal itu adalah perayaan umat kristiani yg di lakukan sekali setahun untuk merayakan Hari Kelahiran Yesus Kristus Juru Slamat manusia. Semua umat kristiani, tua muda, miskin kaya, lelaki wanita, bapak-bapak dan mamak-mamak, anak-anak, kristen KTP atau kristen fanatik merayakan dan merasakan indah kasih Natal mengalir dalam sanubari hidup kita. Makna, jiwa, keteduhan, kedamaian, kasih dan kebahagiaan seakan membaur menjadi satu menjadikan hangatnya pelukan natal walaupun di beberapa tempat ada daerah yang selalu bersalju, tapi tetap terasa hangat dalam hangatnya pelukan Natal.

Tapi itulah natal dan kesan yg bisa kita tangkap dari indahnya Natal yg kita (umat kristiani) rayakan sepanjang tahun. Lantas bagaimana dengan orang-orang yg merayakan natal itu sendiri?

Pembahasan kali ini akan saya fokuskan pada kristiani yang selalu bergereja di saat Natal akan datang yg saya sebut Jemaat sekali setahun, sama seperti saya menyebutnya pada diri saya sendiri (red - dalam hati aja ya).

Siapakah orang-orang ini? mari kita dalami jiwa-jiwa para HUSASA ini satu persatu.

1. Jiwa workakoholic. Ini adalah jiwa pekerja keras. Semua di dasarkan pada kerja keras dan hasil nyata. Logika dan akal sehat selalu mengalir dalam kabel-kabel otaknya dan berprinsip bahwa ke Gereja itu adalah sia-sia jika di lakukan setiap minggu, karena kita gag akan makan karena hanya menyembah dan puji Tuhan. Kita akan makan kalau kita bekerja. Namun setiap Natal tiba, mereka akan terdoktrin kembali dalam pelukan natal dan menutup pundi-pundi pikiran kerja yg di anutnya sehingga meringankan langkahnya untuk pergi ke Gereja merasakan damainya Natal itu. Kalau anda melihat bapak-bapak atau omak-omak yg duduknya paling belakang atau di luar gereja karena gereja kepenuhan, atau keluar pas Kotbah, maka dengan akurasi 98% kita dapat pastikan kalau 20% dari mereka semua adalah tipe yg pertama ini.

2. Jiwa pemalas. Ini adalah jiwa yg hampir memiliki kesamaan dengan jiwa yg pertama, namun bertolak belakang dengan sifat kerja kerasnya. Ini adalah orang-orang yg sering di kedai kopi, tuak, cafe-cafe dangdut, kedai tuak yg udah jadi agak sedikit diskotik dengan lampu-lampu kaleng warna warni bergantungan atau di dapur sebuah rumah bermain kartu saban hari. Mereka adalah orang-orang penghayal tinggi dan paling kritis terhadap negara ini. Cuman itulah, gitu keluar dari kode tuak itu, apapun yg mereka diskusikan itu tinggal di kode tuak itu. Ibaratnya ngomong selangit, perbuatan cuma sebesar pasir (ukuran pasir hanya utk menghargai aja sedikit). Namuan sama dengan jiwa yg pertama, tiap ketemu Natal, mereka juga akan terbuai dengan pelukan natal sehingga membuat niat menggebu-gebu utk pergi kegereja, itu kenapa tiap Natal, gereja kadang-kadang lebih ribut dari pada hari minggu biasa, ini karena satu group pengamat negara di Media kode Tuak berkumpul di gereja yg sama. Yach itung-itung nunggu pendetanya selesai berkoak-koak, ya kita kombur aja di belakang. Dengan akurasi yg 98% dapat kita pastikan 80% dari mereka semua yg di belakang adalah tipe yg kedua ini.

3. Jiwa muda pemberontak. Kolok jiwa yg satu ini, agak sukar di tebak. Ke gereja itu adalah hal yg membosankan bagi mereka, “Ah buat apa gereja, nanti awak bergeraja ngantuk juganya”, “ah tadi aku udah ke gereja jam 6 pagi, tapi gereja masih tutup. Itulah, pas rajin awak, gereja tutup, pas dah malas awak gereja buka”, “Ah lebih enak gereja di radio, hidupkan radio sambil dengar orang kebaktian, kan sama aja itu dengan di gereja”. Itulah sebagian alasan dari jiwa HUSASA yg satu ini. Tapi ada satu hal yg membuat mereka pergi ke gereja. Alasannya cukup dapat di terima dan sedikit memberi semangat. Eng i eng, itulah WANITA. Alasan utama yg buat kaum ini pergi ke gereja adalah WANITA. ya wanita. Apalagi kalau ada yg lg di kejar-kejar, maka kaum ini adalah orang yg akan paling rajin gereja. Jauh-jauh hari dia akan udah mulai menanyakan ke wanita yg dia kejar itu, “Gereja kita minggu depan dek?” dan jauh-jauh hari pulak dia udah nyiapin segala tools dan peralatan perang di gereja (baju cantik, sepatu pangoli, dasi kupu-kupu dan parfum rasa bunga taik ayam satu lemari). Itu jugalah kenapa tiap Natal bersambut, mereka jugalah yg paling rajin gereja dan ikut setiap kebaktian yg di adakan oleh gereja sepanjang bulan Natal. Karena apa? karena di saat Natallah cewek-cewek cantik (apalagi perantau yg berpulangan ke kampung halaman) banyak berkeliaran di Gereja, itulah kenapa lahir istilah MARTINA (Marhallet Tikki Natal - Pacaran Sewaktu Natal). Kaum ini kalau di gereja biasanya duduk di belakang cewek-cewek cantik. Jika anda melihat ada cewek cantik di gereja, lihatlah gerombolan yg duduk di belakangnya, pasti dialah kaum yg ke -tiga ini. Daerah operandi mereka cuma tempat duduk dari belakang sampai ke tengah gereja. Karena mereka gag akan mau ke depan (di depan gag bisa lihat kanan kiri soalnya, radarnya hanya sampai kepada pendeta saja).

4. Jiwa pamer. Ini adalah jiwa-jiwa yg sering kali ke gereja, tapi kalau ada mas dan baju cantik aja. Kalau tidak ada yg bisa di pakai, yach lebih enak ke rumah tetangga aja menggosip. Mereka kebanyakan adalah kaum ibu-ibu. Natal adalah moment yg pas buat kaum ini utk pamerin harta kekayaannya. Itu kenapa kalau pas Natal mereka sering bawa kipas, pertanda kalau baju yg di pakainya kurang nyaman namun mengandung nilai kekayaan yg tinggi. Emas, kalung dan berlian biasanya ikut menggantung di leher kaum ini klo pas ke gereja. Kaum ini biasanya duduk dari deretan tengah sampai ke depan. Dan biasanya lebih sering ingin ikut KOOR, karena klo koor kan bisa berdiri di depan, jadi emas gw kan jadi keliatan gitu loh. Gitu udah kotbah pendeta, kaum ini kebanyakan akan menggosip dengan sebelahnya sambil berbisik membicarakan emas yg di pakai MAK TIUR. Dan selebihnya ada yg tidur. Makanya klo pendeta kotbah biasanya ada suara, “hissss……… horrrr……. hisss…… horrrrr” suara ini adalah gabungan alunan bisik gosip dengan alunan ngorok yg tertidur yg keluar dari jajaran bangku tengah ke depan.

5. Jiwa sok Anak Tuhan. Ini yg berbahaya nih. Dia duduk biasanya paling depan bahkan ada yg duduk di samping bangku pendeta. Kaum ini tidak 100% termasuk dalam kaum HUSASA (tapi aku membuatnya dalam list kaum HUSASA karena ada beberapa segment dia sama dengan kaum HUSASA). Karena dia adalah orang yg rajin, tapi gag rajin kali lah. Dalam setahun dia bisa di hitung berapa kali gag gereja, beda dengan kaum 1-4 diatas, mereka biasanya gag bisa di hitung udah berapa kali tidak gereja. Kaum ini biasanya Pura-pura mendengar dan mengikuti kebaktian, tapi dalam hatinya memiliki rasa dongkol dgn keadaan di sebelahnya. Namun dia mencintai Tuhan dan patuh padanya. Tapi dalam beberapa segment Dia kadang berkata dalam hati, “Ah Tuhan kenapa kau izinkan iblis-iblis di sebelahku ini datang ke rumahMU”, padahal itulah yg buat dia lupa satu hal, bahwa dengan begitu dia udah sama dengan yg di sebelahnya. Kaum ini biasanya malas bersosialisasi, malas untuk membicarakan orang, tapi dia pada umumnya adalah orang yg memiliki kedongkolan dan kesirikan terhadap apapun di dunia ini. Siapakah kaum ini? anda pasti sudah bisa jawab sendiri.

Itulah beberapa kaum menurut pengamatan saya di gereja tiap tahun saya bergereja. Pandangan dari satu gereja, tapi gag menutup kemungkinan memiliki persamaan dengan gereja umumnya. Saya termasuk juga dalam kaum HUSASA. Tapi yg nomor berapa itu rahasia saya aja ya. Beberapa mgkn akan berkata, lantas siapa yg benar kalau di gereja itu semua orang salah. Semua berpulang ke hati kita masing-masing, sebersih apakah dan seteduh apakah hati kita untuk mengikuti kebaktian dan melayani Tuhan. Itu kenapa rajin ke gereja atau memiliki kebaikan yg sangat besar tidak merupakan jaminan dirimu masuk sorga. Dirimu dan Tuhanlah yg mengetahui sejauh mana engkau menjalahi hidupmu melangkah dalam Kasih dan damai yg selalu di ajarkan Yesus kepada kita.

Catatan:
Artikel ini bukan saya buat utk menjelek-jelekkan gereja dan isi gereja, tapi ini semata-mata bagi kita untuk lebih instropeksi diri, kenapa kebaktian di gereja itu penting, namun hal yg lebih penting adalah kenapa menyiapkan hati itu perlu dan sangat di perlukan sebelum kita bergereja. Untuk lebih mendalami hikmah gereja dan Natal itu sendiri bagi pribadi kita masing-masing. So! jangan pernah marah karena kritikan, kritik itu biasa karena kita sayang, bukan karena kita ingin menjatuhkanmu. Selamat Natal dan Tahun baru bagi kita semua.