Reog Diklaim Malaysia, Warga Ponorogo Kaget
HOT NEWS | 374 Views November 21st, 2007Liputan6.com, Ponorogo: Salah seorang tokoh kesenian reog Ponorogo, Ahmad Tobroni, mengaku kecewa saat mendengar kabar kesenian reog diklaim sebagai kesenian asli Malaysia. “Sebagai warga dan pecinta reog kita akan berjuang mempertahankan warisan budaya nasional,” ujar Tobroni di Ponorogo, Jawa Timur, seperti diberitakan Antara, Kamis (22/11).
Tobroni mendapat klaim itu dari situs internet Kementerian Kebudayaan Kesenian dan Warisan Malaysia. Mereka menyatakan tarian Barongan yang mirip dengan kesenian reog Ponorogo milik Pemerintah Malaysia. Dalam portal tersebut disebutkan juga Barongan adalah warisan Melayu yang dilestarikan dan bisa dilihat di batu pahat Johor dan Selangor Malaysia.
Beredarnya klaim Negeri Jiran tersebut membuat warga Ponorogo dan instansi pemerintahan setempat sempat kaget. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah mendaftarkan reog sebagai hak cipta milik Kabupaten Ponorogo dengan nomor 026377 pada 11 Februari 2004. Hak cipta ini diketahui langsung oleh Yusril Ihza Mahendra selaku Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia saat itu.
Tobroni menegaskan, sangat tidak relevan jika Malaysia mengklaim kesenian reog adalah miliknya. Sebab, warga Malaysia selama ini membeli peralatan reog dari Ponorogo. “Jadi tidak mungkin bila sebuah negara memiliki kesenian dan kebudayaan tapi tak mampu membuat peralatan sendiri,” kata Tobroni.(RMA/Antara)




November 22nd, 2007 at 12:34 am
Malaysia kelihatannya sdh keterlaluan. Kemarin lagu rasa sayange diklaim lagu mereka, sekarang reog. Jangan2 di waktu yg akan datang Malaysia akan mengklaim tortor Batak sebagai kesenian mereka. Sebenarnya apa sih maunya negara tetagga kita ini. Harusnya sebagai bangsa yg serumpun dan tetangga dekat indonesia, malaysia itu harus menjadi tetangga yg baik, jgn kerjaannya selalu memprovokasi.
November 22nd, 2007 at 4:35 am
Malaysia sdh benar2 mempermainkan harga diri bangsa ini. Pemerintah harus melakukan somasi kpd pemerintah Malaysia. Bila perlu putuskan hubungan diplomatik. Malaysia tau kita sangat membutuhkan mereka sehingga mereka berani mempermainkan negeri ini. Memang dilematis. Kalau Kita putus hubungan dgn mereka, bagaiman nasib ribuan TKI yg bekerja disana. Kelau mereka dipulangkan ke indonesia tentu itu merupakan problem besar yg harus dihadapi pemerintah. Mau diapakan mereka, jelas akan menambah tingkat penganguran dan angka kemiskinan. Sungguh tragis memang.
November 22nd, 2007 at 6:03 pm
Ayah saya pernah dinas di kabupaten pemasok TKI ke malaysia. Banyak diantara mereka yang tidak kembali ke
Indonesia, dan menjadi warga negara Malaysia.
Kita tidak bisa membedakan, warga negara malaysia penduduk
asli dengan warga negara malaysia pendatang dari Indonesia.
saya pikir dari situ juga terjadi tumpang tindih budaya.
Yang membuat miris adalah kalau terjadi pengklaiman suatu budaya oleh suatu bangsa, kemudian menyakiti harga diri salah satu bangsa.
November 26th, 2007 at 7:32 pm
Malaysia itu sedang ketakutan. Sebab saat ini disana sedang krisis demokrasi. Kalo demokrasi telah berjalan dan TKI punya hak pilih, bisa jadi negara itu akan dipimpin orang dari Indonesia. Makanya mlaysia sekarang memunculkan isu klaim budaya agar pemerintah RI terpancing dan ada alasan untuk mengusir TKI.