04/11/2007 13:14 Sigi
Vonis Sesat Rasul Al-Qiyadah

http://www.batakpos.com/wp-content/uploads/2007/11/071104bsigi.jpg

Liputan6.com, Jakarta: Jamaah Al-Qiyadah Al-Islamiyah meyakini Rasul baru telah tiba. Namanya, Al Masih Al Maw’ud. Karenanya, meski mengaku umat Islam mereka tak lagi menyebut Muhammad SAW dalam syahadat tapi diganti dengan nama rasul baru tersebut. Al Masih Al Maw’ud yang dimaksud tak lain adalah Ahmad Mushaddeq alias Abdussalam, pemimpin aliran Al-Qiyadah.

Al-Qiyadah berarti kumpulan para pemimpin. Aliran ini didirikan seorang pensiunan pegawai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2001. Dalam beberapa kali wawancara dengan tim Sigi, Mushaddeq mengaku memperoleh wahyu setelah bertapa selama 40 hari 40 malam di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat.

Ajaran aliran yang mengkalim telah memiliki 50 ribu pengikut ini berbeda dengan mainstrem baku ajaran Islam yang dikenal saat ini. Di antaranya mempercayai adanya rasul baru setelah Muhammad SAW, hanya mewajibkan salat malam, serta tidak mewajibkan puasa, zakat, dan ibadah haji.

Lantaran ajarannya dianggap menyimpang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) kemudian mengeluarkan fatwa yang menyatakan ajaran yang dibawa Mushaddeq sesat dan menyesatkan. Untuk itu, MUI meminta pemerintah melarang ajaran itu. Tak lama setelah fatwa keluar, Mushaddeq memilih menyerahkan diri dan meminta perlindungan hukum ke Kepolisian Daerah Metro Jaya [baca: Mushaddeq Menyerah].

Mushaddeq adalah putra Betawi. Nama aslinya adalah Abdussalam, lahir di Jakarta pada 21 April 1944. Istrinya Waginem pernah menjadi kepala sekolah sebuah yayasan Islam ternama di Kemang. Abdussalam pernah menjadi pegawai Dinas Olah Raga Pemda DKI dari tahun 1977 hingga pensiun pada Mei tahun 2000. Dia memiliki empat anak, dua di antaranya bahkan disekolahkan di Australia dan Kanada. Di tempat tinggalnya, Abdussalam dikenal aktif menjadi pengurus masjid, pernah membuka bisnis konveksi, dan jago bulu tangkis.

Abdussalam pernah menjadi pelatih atlet bulu tangkis nasional. Icuk Sugiarto, Verawati Vajrin, dan Ricky Subagja adalah atlet yang pernah ditanganinya. Sumber Sigi di kalangan Al-Qiyadah menyebut Abdussalam pernah menjadi anggota Negara Islam Indonesia Komandemen Wilayah IX. Namun, keluar karena tidak bersepaham lagi dengan cara-cara perjuangan Abu Toto, pimpinan gerakan NII.

Al-Qiyadah hanya satu dari sekian kelompok aliran yang dianggap menyempal. Beberapa tahun silam muncul pula kelompok Ahmadiyah. Mirip Al-Qiyadah, kelompok Ahmadiyah juga mengklaim punya nabi dan rasul baru. Ajaran ini berawal di Pakistan kemudian berkembang ke Indonesia [baca: Nasib Pahit Jemaat Ahmadiyah].

Munculnya aliran-aliran baru ini kerap dikaitkan dengan motif lain diluar soal-soal keagamaan. Di Bandung, Jawa Barat munculnya aliran baru justru dikaitkan dengan hilangnya sejumlah orang. Dalam tahun ini sudah sembilan orang dinyatakan hilang. Seluruhnya perempuan berusia 18 hingga 20 tahunan [baca: Satu Lagi Pengikut Agama Menghilang].

Fenomena munculnya nabi baru, aliran baru bisa jadi menunjukkan kegagalan pemimpin agama formal dalam membina umatnya. Saksikan penelusuran tim Sigi selengkapnya di video Sigi edisi 4 November 2007.(IAN/Tim Sigi)