T.B. Silalahi Tak Akan Diperiksa
HOT NEWS | 380 Views September 27th, 200721/09/2007 16:15 Kasus Korupsi
T.B. Silalahi Tak Akan Diperiksa
Liputan6.com, Jakarta: Kejaksaan Agung tetap menolak melanjutkan pemeriksaan terhadap Jenderal Purnawirawan T.B. Silalahi. Padahal, Yul Sulinah atau istri Henry Leo–tersangka kasus penyimpangan dana perumahan prajurit milik PT Asabri–telah memperlihatkan bukti pemberian rumah kepada T.B. Silalahi [baca: Penyidikan Rumah TB Silalahi Dihentikan].
Bukti ini telah diserahkan kepada Kejaksaan Agung. Namun bukti itu dianggap tak cukup. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kemas Yahya Rahman menyatakan, kejaksaan tetap menghentikan pemeriksaan terhadap mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara yang kini menjabat anggota Dewan Pertimbangan Presiden. “Itu tak ada bukti, oleh karenanya itu distop,” ucap Kemas Yahya. Untuk itu, hari ini (21/9), penyidik kejaksaan meminta tambahan waktu sebulan lagi buat menyelesaikan kasus tersebut.
Sebuah rumah di kawasan elite Ancol, Jakarta Utara, senilai hampir Rp 3 miliar diklaim istri tersangka diberikan kepada T.B. Silalahi. Selain T.B. Silalahi, Henry Leo juga mengaku memberikan rumah di kawasan elite Menteng, Jakarta Pusat, kepada mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat, R. Hartono [baca: R. Hartono Diperiksa Kejagung].
Dalam kasus ini, pengusaha Henry Leo diduga telah memanfaatkan kedekatannya dengan pejabat TNI dan PT Asuransi Sosial ABRI (Asabri) buat mendapat pinjaman senilai US$ 410 miliar. Belakangan, dana yang seharusnya dipakai untuk perumahan TNI tersebut tak bisa dikembalikan oleh tersangka.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)




September 28th, 2007 at 11:34 am
HJG
GBU
Eropa
December 4th, 2007 at 2:20 am
Hello, nice site
December 6th, 2007 at 10:25 pm
Kepala BPN Lecehkan Siswi Dibawah Umur,
“Trauma Tidak Masuk Magang Lagi”
PURWAKARTA
Pejabat kegatalan sudah sepantasnya disematkan kepada H Andi Rum, SH. Baru setahun lamanya dia menduduki jabatan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purwakarta sudah mendapat cemoan dari berbagai elemen masyarakat, menyusul ulahnya yang dituding sangat keterlaluan dengan indikasi melecehkan anak gadis dibawah umur, nyakni salah satu siswi SMEA Negeri Purwakarta berinisial AY (15) dengan aksi memaksa memeluk dan mencium bibirnya hingga berbuntut anak trauma, diruang kerja Kepala BPN, Jalan Veteran, Purakarta, Selasa baru baru ini.
AY (15) sudah berhari hari tidak mau masuk sekolah lagi dia hanya mengurung diri didalam kamarnya dan AY juga tidak mau lagi magang atau (PKL) Praktek Kerja Lapangan ditempat kantor BPN, karena sudah jijik melihat wajah Andi yang umurnya sudah bau tanah itu. Sementara Andi tidak terjerat saksi hukum, masih lenggang kangkung bebas seakan akan membuktikan tidak pernah ada masalah. Untuk itulah diharapkan akan pran aktif pihak Kepolisian Resort untuk serius mengungkap kasus yang memalukan Departemen Pertanahan itu.
Sementara AY kepada wartawan menyebutkan, ”kejadian yang membuat malu dirinya, itu berawal pada hari Selasa pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu AY sedang duduk diruangan tata usaha (TU) kantor BPN, secara tiba tiba dihampiri oleh Andi. “diruangan itu, Andi merayu saya dengan rayuan gombalnya, “tegas AY. Yang ditanyain oleh Andi macam macam mulai dari saya sudah punya pacar hingga apakah sudah putus dan dia juga menanyakan apakah sudah pernah melakukan hubungan intim dengan pacar (bersetubuh – red), dengan tegas saya mengaku tidak pernah melakukan hubungan intim karena masih anak anak dan sekolah.
Katanya AY, Andi sambil merayu memegang tangan saya, “kalau kamu belum pernah berhubungan intim (bersetubuh –red) dengan pacar kamu, itu bangus. Ngimana kalau sama bapak saja berhubungan badan ?, saya jamin kamu mau pasti merasakan keenakan dan ketagihan nanti dan saya jamin juga tidak akan ada orang yang tahu. Dengan ngombal Andi, saya langsung minta maaf. Maaf pak..saya tidak mau, takut, belum pernah saya diajak orang seperti itu karena masih anak anak, “tegasnya.
Rupanya nafsu sesat di ubun ubun Andi sudah tidak dapat terkendalikannya. Andi sudah tidak mengingat lagi kalau istrinya ada dirumah menunggu. Saat itulah Andi menarik tangan saya untuk menaiki anak tangga satu demi satu menuju ruang kerjanya dilantai atas. “Ayo AY, kamu ikut ke ruangan bapak ada yang perlu, tegas Andi memaksa seperti yang ditirukan AY.
Sesampainya diatas dekat pintu masuk ruangan kantor Kepala yang agak gelap itu, Andi bukannya menyuruh masuk untuk duduk. Namun secara spontan, saya langsung dipeluk keras oleh Andi dengan cara saya disandarkan ke tembok dingding beton. Saya meronta, tapi tidak kuat karena tenaganya lebih kuat dari saya. Saat itulah Andi mendekab tubuh dan sambil mencium bibir saya. Tidak berapa lama, tenaga Andi mengendur, dengan sekuat tenaga saya melawannya, hingga bisa terlepas dari pelukan Andi. Saya langsung lari menuruni anak tangga dan pulang ke rumah untuk mengadu kepada orangtua, “tutur AY.
Pada hari besoknya orangtua korban didampingi AY mendatangi kantor BPN mempertanyakan ulah Andi yang terkesal bejat itu. Andi yang ada diruangan kerjanya sontak kanget melihat reaksi orangtua korban yang marah besar. Namun andi lagi lagi tidak mau mengakui perbuatannya yang tak lain demi menjaga kewibawaan terhadap anak buahnya yang ada diruangan itu. Ironisnya, pada hari besoknya kemudian, Andi berubah pikiran. Kali ini giliran Andi yang datang ke rumah orangtua korban AY meminta maaf atas kehilafannnya terhadap AY. “Andi sudah ke rumah kami meminta maaf, dia minta agar masalah ini jangan diperpanjang lagi dan diselesaikan secara kekeluargaan, “imbuh AY.
Biasanya orang yang datang meminta maaf itu tak lain karena kenyataannya benar Andi telah berbuat salah. Bisa dibilang aneh kalau ada orang meminta maaf kepada korbannya kalau tanpa bersalah. Terlebih posisi Andi sebagai pimpinan di BPN Purwakarta. Terbukti, ketika Andi meminta maaf, suasananya berubah kondusif, tidak ada lagi kelanjutan kasus ini untuk masuk ke proses hukum. Artinya masalah ini diduga kuat telah diselesaikan secara kekeluargaan. Benarkah?.
Sementara itu Kepala BPN H Andi Rum SH ketika ditemui wartawan diruang kerjanya baru baru ini sempat membantah. Kuat dugaan untuk menjaga imit kewibawaan sebagai Kepala BPN. Namun keterangan yang berhasil dihimpun wartawan dilapangan menyebutkan bahwa Kepala BPN Andi sudah datang kerumah orangtua korban AY meminta maaf. Sehingga rencana orangtua korban AY untuk mengadukannya ke Aparat kepolisian jadi urung dilakukan. Bahkan kuat dugaan permintaan maaf Andi dari orangtua korban AY telah diterima.
Diterimanya maaf Andi oleh orantua korban AY mengundang polemic dikalangan masyarakat. Bahkan ada indikasi telah berdamai dibawah tangan. Untuk itulah dihapkan pranserta Aparat kepolisian untuk proaktif membongkar kasus yang memalukan Departemen Pertanahan nasional. Jika benar Andi melakukan indikasi kebejatan, dia sudah tak pantas menjadi orang nomor satu di BPN Purwakarta. (TIM)