Batu Mardinding Butuh Perhatian
BONAPASOGIT | 338 Views September 13th, 2007Batu Mardinding Butuh Perhatian
TARUTUNG- Batu Mardinding yang terletak di bukit Siatas barita, persisnya di atas rumah kapal kawasan objek wisata Rohani Salib Kasih, sangat potensial dijadikan sebagai salah satu objek wisata.
Menurut S Simorangkir (72), tokoh adat dan tokoh masyarakat di Siatas Barita mengatakan, batu mardinding konon ceritanya merupakan salah satu bekas kediaman raja guru Mangaloksa Hasibuan, sebelum menempati kediaman mertuanya Raja Pasaribu di Marsaitbosi Desa Simorangkir.
Batu Mardinding ini juga sering dijadikan sebagai tempat pertemuan Raja Sisingamangaraja bersama prajurit prajurit rura Silindung untuk mengusir penjajah. Ukuran batu Mardinding ini lebih kurang 10 kali 10 meter, berbentuk lantai dan mempunyai dinding berukir.
Dibawah batu Mardinding ini ada sumber mata air yang disebut masyarakat setempat ‘aek jambean’ dan sampai sekarang masih diyakini sebagian orang dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Aek jambean ini sering dikunjungi orang dari luar daerah dengan bermacam tujuan, namun ke batu mardinding sangat jarang dikunjungi orang akibat jalan yang sulit dimana sudah ditutupi semak semak berduri yang sangat membahayakan pengunjung
Sementara kepala bidang program dinas Kimbagwil Taput, Juara Siregar yang ditemui Trans media di ruang kerjanya, soal pengelolaan batu mardinding ini mengatakan, bahwa dinas Kimbagwil sudah berusaha agar kawasan tersebut dapat dijadikan sebagai objek wisata yang benar terkelola dengan baik. “Kami sudah pernah mengajukan anggaran pengelolaannya ke Pemkab Taput dan juga Pemerintah Pusat agar dana pengelolannya dapat dianggarkan,” katanya.
Batu mardinding didukung beberapa fasilitas disekelilingnya, antara lain ‘aek jambean’ yang merupakan sumber mata air yang selama ini mampu melayani masyarakat dan kantor kantor serta gardu induk PLN setempat.
Kurang lebih 50 meter dari batu mardinding ada restauran yang sering disebut dengan rumah kapal yang memang berbentuk kapal, diatas kapal tersebut tampak patung Yesus menghempangkan tangan kanannya ke depan seperti Yesus di danau Tiberias.
Menurut Matondang, pemilik restauran, bahwa patung tersebut adalah salah satu patung tersbesar nomor tiga di Asia. Puncak penginapan salomo lebih kurang 50 meter diatas batu mardinding, menurut Andre parlinggoman Sihombing, pemilik penginapan, sudah merencanakan akan membangun hotel berbintang dan taman ria.
Seputaran batu Mardinding ada perkebunan jeruk milik masyarakat dan ditambah pemandangan alam keindahan rura Silindung seluruhnya dapat dipandang dari batu Mardinding. (rudi) (sumber : SIOM BENG)




September 26th, 2007 at 9:01 am
Batu mardingding ouh kangen banget,tetapi yang pertama yang perlu dibenahi adalah,supanya masyarakat Tapanuli pada umumnya mengubah cara berpikir mereka,keramah-tamaan terhadap pengunjung,menghindari supanya bila ada pengunjung tidak membuat mereka ketakutan,tetapi berusaha membuat mereka betah tinggal,merasa nyaman seperti di rumah sendiri.kepada pemerintah daerah agar serius mempromosikan daerahnya,bila perlu membuat pameran-pameran melalui media elektronik,surat kabar dan bentuk lainnya,dengan cara bengini daerah Tapanuli akan bisa menyamai pariwisata yang ada di Bali,pemerintah daerah dituntut commit untuk memajukan daerahnya,tidak hanya berleha-leha,dari tahun ketahun tidak ada perkembangan yang signipikan,sibuk hanya mengurusi diri sendiri,lupa akan tugas yang telah diamanatkan kepadanya.
November 10th, 2007 at 3:10 am
butul itu lae..jangan cuma mau uangnya saja. tapi juga harus ada perkembangannya…
November 20th, 2007 at 8:19 pm
Saya hanya menambahin komentar Ucok,
Yang perlu dibenahi juga.. apabila Wisatawan membeli Sovenir tolong jangan di kerumuni/jangan di tarik2.
Karena membuat mereka tidak leluasa bergerak.
Saya tidak tahu apakah hal ini ada perubahan atau tidak.
March 5th, 2008 at 3:18 am
Sangat tertarik atas semua pendapat atau saran saran yang sudah dimuat, namun sudah sangat banyak juga kontribusi ataupun Opini-opini yang pada intinya adalah untuk membangkitkan/ memajukan Wisata khususnya di pulau Samosir. dan yang menjadi kendala adalah masalah pendanaan untuk tujuan tersebut, apalagi jaman sekarang perekonomian kian sulit. jadi himbawan saya bila mungkin jika kita merasa turut andil dalam hal ini mari kita turut ambil bagian dalam rangka mensukseskan Wisata tersebut