SIANTAR-Tiga bulan sudah ‘kursi’ sekretaris daerah (sekda) Kota Pematangsiantar lowong setelah Almarhum Tagor Batubara kembali ke pangkuan Bapa di Sorga. Walau, Kepala Bappeda Drs James Lumbangaol sudah ditunjuk menjadi pelaksana, namun siapa yang akan dilantik menjadi sekda definitif masih tak jelas. Kabarnya pertarungan merebut ‘kursi’ sekda itu makin sengit melibatkan berbagai kelompok kepentingan atas nama agama, etnis bahkan partai politik.
Beberapa nama disebut-sebut masuk nominasi untuk diajkan sebagai calon sekda, antara lain James Lumbangaol,
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Drs Jalel Saragih, Sekwan DPRD Siantar Ir Mag Muis Manjerang MS dan Kepala Dinas Kehutanan Simalungun Ir Mahrum Sipayung MS. Masing-masing kandidat memiliki kans yang sama menjadi sekda, jika kedekatan dengan Ir Walikota RE Siahaan menjadi ukuran, maka James dan Mahrum menjadi unggulan, mengingat mereka dulunya sama-sama bertugas di Kabupaten Simalungun.
Namun Jalel dan Mag Muis Manjerang tak bisa diremehkan, mereka memiliki kedekatan khusus dengan pemuka agama di Siantar. Bahkan, Manjerang dikenal sangat dekat dengan Ketua DPRD Siantar yang juga Ketua PDIP Lingga Napitupulu BcEng. Masih segar dalam ingatan, bagaimana Manjerang bisa menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan di era Walikota Marim Purba, setelah lama nonjob, kembali menduduki posisi sebagai sekwan ketika Walikota RE Siahaan. Kabarnya, ini tak lepas dari campur tangan mayoritas anggota DPRD dari PDIP.
Kelebihan lain Mahrum Sipayung, ia dikenal sangat komunikatif dan dekat dengan semua kalangan termasuk LSM dan wartawan di Pematangsiantar. Latar belakangnya dari etnis Simalungun dan menjadi jemaat GKPS diyakini bisa ‘mengamankan’ posisi walikota dan wakil walikota sampai akhir masa jabatan. James pun dianggap sangat dekat dengan Lingga Napitupulu, bahkan pada masa Marim Purba walikota pernah didorong menjadi sekda, namun tidak terealisasi.
Mangatas Simanungkalit, warga Siantar yang selalu mengikuti denyut politik di kota itu mengatakan dari semua calon yang ada, James Lumbangaol lebih berpeluang menjadi sekda. Sebab, James katanya sangat dekat dengan PDIP dan walau dari etnis Toba, keluarganya banyak suku Simalungun. “Bahkan setahu saya, keluarganya juga banyak yang muslim, sehingga saya yakin James bisa diterima banyak kalangan,”ujarnya kepada wartawan, Selasa (4/9).
Kepala BKD Morris Silalahi yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya belum ada mengusulkan ke Gubernur dan Mendagri siapa yang akan menjadi sekda definitif. “Kita menunggu arahan dari pak wali siapa yang akan diajukan, sampai sekarang masih pak James menjadi pelaksana sekda,”ujarnya. Ia juga menepis penunjukan siapa sekda berdasarkan etnis, agama dan kedekatan dengan partai politik.
Pengangkatan siapa sekda, kata Morris ada mekanisme tersendiri yang diatur dalam peraturan perundangan yang berlaku sah di Indonesia. “Jadi siapa yang pantas dan memenuhi syarat, misal pangkat dan golongan, itu akan diajukan, itu ada aturan mainnya,”tegasnya sembari mengulangi dirinya masih tak tahu siapa yang akan dipercaya Walikota RE Siahaan menjadi sekda. “Kita lihat ajalah, mungkin dalam waktu dekat, tergantung pak wali,”imbuhnya.
Pemantauan wartawan, James Lumbangaol masih menjalankan tugasnya sebagai pelaksana sekda dengan tetap merangkap sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Bahkan pelantikan pejabat eselon II, III dan IV pekan lalu, diusulkan baperjakat yang diketuai James. “Sebagai PNS, harus melaksanakan tugas yang diamanatkan atasan, jika saya dipercaya menjadi sekda, saya siap. Namun, itu merupakan kewenangan pak wali untuk menunjuk siapa menjadi sekda,”ujar James Lumbangaol ketika ditanya wartawan. Ia mengatakan akan terus melaksanakan tugas sepanjang dipercaya walikota. (*) di kirim oleh : Jalatua Hasugian( Harian Trans Media)