Sri Sultan HB X Minta Orang Batak Ikhlaskan Lagu A Sing Sing So Jadi Milik Nasional
HOT NEWS | 330 Views August 26th, 2007Medan (SIB)
Hari ulang tahun (HUT) ke-12 Keluarga Besar (KB) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Gedung Utama Taman Budaya Medan, Sabtu (25/8) diperingati meriah. Selain potong tumpeng sebagai khas warga Yogyakarta dan pembagian sovenir gunungan, ditampilkan Ketoprak Mataram bertajuk Haryo Penangsang Leno dari naskah karya Dr Psi Drs rm muhammad Nurbayanta Adhi WD SF dan H Benny Soebarjo SH. Naskah tersebut dilakonkan para warga asli dari Yogyakarta termasuk Ir Yoseph Siswanto yang Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut yang berperan sebagai Sultan Hadiwijoyo.
Di kesempatan itu, raja dari Kasultanan Ngayogyokarto Hadiningrat Sultan Hamengku Buwono x —melalui sambutan tertulis yang dibacakan Ketua Umum KB DIY 2007 - 2012 Kapt CZI Purn Samidi— mengatakan, warga Jawa di manapun berada harus melakukan yang terbaik bagi lingkungan di mana berada namun tak melupakan kebuayaan leluhurnya. Sri Sultan hb x mengatakan, budaya leluhur orang Jawa pun harus tetap dijaga hingga memiliki adiluhung. Ia mengajak warga Jawa untuk melihat dan memperhatikan orang Batak, misalnya yang punya kesenian yang tergerus dengan kemajuan zaman. Satu contoh, ujarnya, lagu A Sing Sing So yang tak hanya sohor di wilayahnya tapi sudah mendunia. Katanya, orang Indonesia meminta orang Batak mengikhlaskan lagu A Sing Sing So menjadi milik nasional, tak hanya dikatakan milik orang Batak.
Di kesempatan itu, sesuai sk nmr 61/3/Kep/kb-diy/viii/2007 sesuai hasil rapat pada 27 Juni 2007 ditetapkan kepengurusan KB DIY 2007 - 2012 yang ditandatangani Sri Sultan HB x. Di kepengurusan itu menjadi Dewan Pembina adalah Brigjen Purn Mudyono, Kol Inf Nurdin Sulystiono, Ir Yoseph Siswanto, Sentot Subagio. Di kepengurusan dengan ketua Kapt CZI Purn Samidi, RA Subroto, J Krijo dan lainnya.
Majelis Agung Warga Jawa Sumut
Majelis Agung Warga Jawa Sumut terbentuk dan Ir HM Arifin Kamdi ditetapkan sebagai ketua bersama Prof Dr darmono, Ir H RB Darori MM, Ir H Isman Nuriadi mba dan Prof DR Asmuni MA. Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai pemangku adat dan asas, mensahkan posisi tersebut sekaitan dengan penandatanganan prasasti Padepokan Agung Tunggal Roso Niswantoro pada Sabtu (2/8).
Menyosialisasikan kebersamaan, Sabtu (18/8) digelar pertemuan Majelis Agung Warga Jawa di Metting Room Dinas Kehutanan Sumut, Medan Amplas yang dihadiri seluruh anggota serta para pimpinan pemangku adat dari etnis lain seperti Pemangku Adat Kesultanan Serdang Tuanku Tengku Lukman Sinar Bahasyah II, Ketua Aceh Sepakat dr Fauzie Usman yang juga dihadiri Herry W Marzuki, Dr H Lukman Damanik SH serta para pimpinan dan fungsionaris dari organisasi kejawaan seperti Paguyuban Pujakesuma, Paguyuban Jawa Rembug, Pendawa, Pajantara dan Pin Waja.
Ir H RB Darori MM, baik sebagai ahli bait dan sebagai salah seorang unsur pimpinan Majelis Agung Warga Jawa mengatakan, meskipun —karena tugas dan jabatan sebagai Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutananan Sosial Departemen Kehutanan Republik Indonesia— tinggal di Jakarta namun keluarganya masih berada di Medan dan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari warga jawa Sumatera.
Ir H RB Darori MM yang salah seorang keturunan raja raja Mataram kesepuluh di kesempatan itu membacakan sepucuk surat yang ditandatangani Sri Sultan Hamengku Buwono X tentang restu dan keberadaan Majelis Agung Warga Jawa Sumut sebagai pemangku adat Jawa yang diberi gelar Nayaka Dalam I. Arti dari gelar itu adalah keberdayaan orang Jawa yang jauh dari dalam keraton, harus menjaga solidaritas dan mampu mentransformasikan diri terhadap warga setempat, dengan mengutamakan dan memperkenalkan adat budaya Jawa.
Ketua Majelis Agung Warga Jawa dan Pemangku Adat Jawa HM Arifin Kamdi di sambutannya mengingatkan warga Jawa agar bersatu dan berpegang teguh atas amanat leluhur dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Katanya, adat budaya Jawa mengajarkan sopan santun dan berbudi luhur walaupun keberadaannya jauh dari asalnya di Pulau Jawa.
Sekjen Majelis Agung Warga Jawa Bob Suparno sw menguraikan, Majelis Agung Warga Jawa terpilih atas seleksi ketat 503 nama tokoh dari berbagai kalangan. Setelah melalui empat tahap seleksi ditetapkan 17 anggota tetap Majelis Agung Warga Jawa. (r10/g) sumber : Harian Sib




Recent Comments