Gubsu Resmikan Pembangunan 2 Proyek PLTU Berbiaya US$ 450 Juta
HOT NEWS | 291 Views August 20th, 2007Medan (Batakpos)
Gubsu Drs Rudolf M Pardede meresmikan tanda dimulainya pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kuala Tanjung 2 x 112,5 MW di Kabupaten Batubara dan Proyek PLTU Paluh Merbau 2 x 150 MW di Kabupaten Deliserdang dengan menghabiskan dana sebesar 450 juta dollar AS.
Peresmian pembangunan 2 proyek kelistrikan itu ditandai dengan penandatanganan MoU oleh Gubsu Drs Rudolf M Pardede dengan PT Ranyza Energi dan PT Gregory Energi di Aula Martabe Kantor Gubsu, Senin (20/8). Penandatanganan MoU disaksikan mantan ketua Umum Partai Golkar Ir Akbar Tanjung dan Mahadi Sinambela serta pejabat terkait lainnya.
Gubsu menyatakan, menyambut baik investor yang akan segera merealisasikan pembangunan PLTU Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara dan PLTU Paluh Merbau di Kabupaten Deli Serdang.
Disebutkan, proyek PLTU Kuala Tanjung dan PLTU Paluh Merbau itu akan mampu mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara. Artinya, paling tidak daerah Sumut tidak akan gelap gulita seperti selama ini.
Diakui Gubsu, pasokan arus listrik yang ada di Sicanang Belawan sudah semakin tua dan wajar saja harus menyiapkan beberapa PLTU untuk mengatasi krisis listrik di daerah ini. “Sebagai kepala daerah, saya sangat senang dan bangga atas akan segera dibangunnya ke dua PLTU Kuala Tanjung dan Paluh Merbau, semoga pembangunannya dapat membantu memperkecil defisit listrik yang terjadi selama ini,” jelasnya.
Akibat dari krisis listrik yang terjadi selama ini telah cukup meresahkan berbagai lapisan masyarakat di Sumut. Banyak pengusaha yang hanya memiliki modal yang terbatas menderita kerugian. Sebagai akibat kerugian semua pihak itu, maka Pemprovsu sendiri telah berupaya untuk mencari solusi dan melakukan langkah-langkah efektif baik yang bersifat darurat, jangka pendek, maupun jangka panjang.
Untuk persoalan krisis listrik yang terjadi di Sumut, kata Rudolf, dia sudah melaporkan kepada Wakil Presiden Yusuf Kalla di Jakarta dan beberapa pihak terkait seperti PT Inalum agar membantu memasok listrik sebesar 90 MW ke PLN Sumut, yang saat ini sudah terealisasi. Selain itu, PLN juga melakukan pengadaan tambahan genset serta pembelian listrik dari beberapa perusahaan yang memiliki kelebihan daya.
Sekaitan dengan kurangnya pasokan listrik ini, Gubsu mengimbau kepada pihak-pihak industri agar tetap bersabar menunggu selesainya pembangunan PLTU Batubara Labuhan Angin 2 x 115 MW di Tapanuli Tengah yang direncanakan operasionalnya pada tahun 2008 dan pengembangan PLTP Panas Bumi Sibayak sebesar 10 MW yang diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini.
Lebih lanjut kata Gubsu, dalam rangka menjaring masuknya investasi di Sumut, pihaknya harus mempersiapkan cadangan energi listrik yang memadai sesuai rencana umum ketenagalistrikan daerah Sumatera Utara tahun 2005-2010 dengan direncanakannya pembangunan pembangkit baru dengan kapasitas energi sebesar 1.000 MW. Energi listrik itu sendiri secara bertahap akan tersedia dengan beroperasinya PLTU Labuhan Angin Tapanuli Tengah, PLTA Asahan I Kabupaten Toba Samosir sebesar 2 x 90 MW pada tahun 2010 serta PLTP Panas Bumi Sarulla di Kabupaten Taput sebesar 110 MW pada tahun 2010. Selanjutnya, kedua PLTU yang saat ini dilakukan peletakan batu pertama dengan kapasitas 525 MW diharapkan selesai 2009, ujarnya. Masih menurutnya, jika kelima pembangkit ini selesai akan ada tambahan pasokan listrik sebesar 1045 MW.
Kemudian PLN akan membangun PLTU Batubara di Langkat sebesar 2 x 200 MW, demikian juga dengan PLTA Asahan III bisa masuk pada sistim pada tahun 2010. Gubsu mengimbau agar dalam pembangunan PLTU tersebut investor dapat memaksimalkan potensi lokal, terutama tenaga kerja yang banyak tersedia di sekitar lokasi proyek. Selain itu, Gubsu juga mengharapkan agar investor memperhatikan aspek Amdal, sehingga meski pembangunan proyek berjalan namun lingkungan tidak terganggu.
Dalam kesempatan yang sama Direksi PT Ranyza Energi dan PT Gregory Energi Hariara Tambunan mengatakan, pihaknya akan berupaya menyelesaikan pembangunan kedua proyek PLTU ini. Apalagi proyek PLTU Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara dengan kapasitas 2 x 125 MW itu, kata Hariara, telah memperoleh purchasing power agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) yang penandatanganannya dilaksanakan di Subang Jawa Barat yang direncanakan selesai tahun 2009. Sedangkan PLTU Paluh Merbau dengan kapasitas 2 x 150 MW akan selesai pada 2010, jelasnya.
GM PLN Wilayah Sumut Supriyanto yang hadir pada peresmian tersebut menolak untuk memberikan komentar,” Jangan, jangan saya. Yang lain saja tanya,” elaknya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Deliserdang Amri Tambunan, Pj Bupati Kabupaten Batubara Drs Sofyan Nasution, Kadistamben Ir Washington Tambunan, Kepala Bappeda Sumut RE Nainggolan, Kadispendasu Syafaruddin SH, Kadis Tarukim, Kadis Perhubungan Sumut, Kadis Kehutanan, GM Kitsu Ir Albert Pangaribuan, anggota DPD RI asal Sumut Parlindungan Purba dan sejumlah pejabat lainnya. (M35/l) di kutip dari Harian SIB




July 18th, 2008 at 10:21 pm
horas
aha do alamat web ni pltu na di kuala tanjung i
mauliate-horas
August 15th, 2008 at 5:06 am
Your blog is interesting!
Keep up the good work!