Pesawat Capung Bawa Pestisida Jatuh di Kawasan Perkebunan Deli Serdang
NASIONAL | 327 Views May 12th, 2007Medan (Batakpos)
Satu pesawat jatuh di perkebunan PT Perkebunan Nusantara II di Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.Pesawat jenis capung dengan nomor seri PK-PNM ini berpenumpang tunggal. Insiden terjadi sekitar pukul 09.30 WIB, Sabtu (12/5/2007).
Petugas kepolisian dari Poltabes Medan langsung menuju lokasi. Sesampainya di lokasi, polisi memasang police line, lalu melakukan penyelidikan.
Hingga pukul 11.30 WIB, pesawat capung masih berada di lokasi kejadian, persisnya di kawasan yang berupa genangan, di samping sebuah sungai.
Sang pilot menjadi korban tunggal dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban dikabarkan selamat namun mengalami luka.
Bawa Pestisida, Warga Dilarang Merokok
Pesawat capung yang jatuh di kawasan perkebunan Deli Sedang, Sumut, bermuatan pestisida. Polisi pun memasang tanda “Dilarang Merokok” selain police line. Dikhawatirkan bahan kimia tersebut mudah terbakar.
Sebab pestisida yang menggunakan bahan pelarut minyak lebih mudah terbakar sehinggga tidak boleh disimpan dekat panas ataupun nyala api.
Pesawat yang jatuh pukul 09.30 WIB, Sabtu (12/5/2007) ini merupakan milik PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa. Pesawat rutin dipakai setiap harinya untuk menyemprot pestisida ke kebun tembakau.
Informasi yang dihimpun detikcom menyebutkan, hari ini pesawat sudah yang keempat kalinya menyemprot pestisida di perkebunan tembakau PTPN II yang berada di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang.
Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian tersebut diminta menjauh di luar police line dan tidak merokok. Hingga pukul 12.00 WIB, aparat kepolisian dari Poltabes Medan masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.
Dagu Pilot Capung Terluka, Sebut Pesawat Kena Turbulensi
Serangga capung pastilah susah melawan hembusan angin. Begitu juga dengan pesawat capung. Begitu ada tekanan angin alias turbulensi, ya terjatuhlah.
Untungnya pilot yang mengemudikan pesawat capung berbaling-baling satu, Irwin, itu tidak mengalami luka parah.
Informasi yang diperoleh detikcom, Sabtu (12/5/2007), menyebutkan Irwin hanya mengalami luka di bagian dagu karena terkena pecahan kaca depan.
Irwin yang mengalami insiden pesawat jatuh pukul 09.30 WIB itu kini dirawat di RSU Tembakau Deli, Jl Putri Hijau, Medan.
“Tadi pesawat baru keluar dari landasan pacu PTPN II, tapi ternyata menyambar pohon bambu, kena sayap kanan pesawat, terus jatuh,” kata Poniman (33), penambang pasir, yang melihat kejadian tersebut.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi jatuhnya pesawat di pinggir Sungai Bederak, perkebunan tembakau PTPN II yang berada di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, itu segera berdatangan.
“Pas mau ditolong, eh pilot udah keluar sendiri. Orang-orang sih pada dateng. Saya tawarin dibawa ke rumah sakit, eh dia jalan sendiri,” tutur Poniman.
“Tadi pilotnya bilang, waktu pesawat mau belok katanya ada tekanan angin ke bawah, akhirnya jatuh,” kata Poniman.
Dagu Pilot Cuma Diplester
Lokasi jatuhnya pesawat capung jenis Peper Pawne 235 buatan AS tahun 1987 menjadi tontonan warga. Pilotnya hanya terluka ringan. Cuma dapat selembar plester di dagunya.
Sang pilot, Irwin Aristo (37), warga Jl Veteran, Pasar IV, Helvetia, Deli Serdang, Sumut, yang dirawat di RSU Tembakau Deli, Jl Putri Hijau, Medan, memang tidak perlu rawat inap.
Saat muncul di ruang administrasi rumah sakit, pria bertubuh kurus, berkulit sawo matang yang mengenakan kaos putih dan celana bahan warna coklat itu tampak baik-baik saja.
Namun Irwin tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan maupun diambil gambarnya. “Janganlah,” ucapnya singkat.
Pesawat capung yang dipiloti Irwin jatuh di pinggir Sungai Bederak, perkebunan tembakau PT Perkebunan Nusantara II yang berada di Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, pukul 09.30 WIB.
Pesawat capung bermuatan pestisida itu digunakan untuk menyemprotkan pestisida ke kebun tembakau. Namun terjatuh akibat terkena turbulensi.
Seratusan warga masih berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian. Namun mereka tidak bisa mendekat karena ada police line. Terpasang juga tanda “Dilarang Merokok” untuk mencegah kebakaran akibat api dan panas terhadap pestisida yang dibawa pesawat capung. Cuaca mendung dan berangin kencang.
Teknisi memastikan tidak ada kerusakan pesawat. Jadi memang penyebabnya angin yang berputar usai lepas landas. Lokasi jatuhnya pesawat sekitar 200 meter dari ujung landasan.
Ada 2 pesawat sejenis milik PTPN II Tanjung Morawa. Satu pesawat lagi rusak dan berada di hanggar PTPN II di Desa Klumpang Kebun berwarna putih hijau. Sedangkan pesawat yang jatuh berwarna putih merah jambu.
Kapolsek Hamparan Perak AKP Zainal Abidin yang ditemui di lokasi pesawat jatuh menyatakan, pihaknya melakukan pengamanan dan masih berkoordinasi dengan PTPN II maupun Dinas Perhubungan dan lembaga terkait mengenai penanganan pesawat.
“Kapan akan dipindah pesawat ya belum tahulah. Kita masih pengamanan sifatnya,” ujarnya. (detikcom/h)




Recent Comments