Rap Tapaturema Diritta Halak Batak I asa gabe I diritta (sama sama
ARTIKEL | 767 Views May 10th, 2007Rap Tapaturema Diritta Halak Batak I asa gabe I diritta (sama sama
kita bangun budaya kita agar menjadi kebanggaan dan jati diri kita)
Abstrak
Sebagai generasi muda batak, kita dihadapkan pada masalah yang komplit
akan pentingnya jati diri untuk dipakai dalam komunitas lain kita yang
berbeda. Sebagai pemuda dan pemudi batak kita tentu menjadikan bahwa
kita itu adalah orang batak yang menjadi jati diri kita namun yang
menjadi masalah adalah bagaimana menunjukkan bahwa kita sebagai orang
batak terutama pemuda/pemudi batak sebagai generasi penerus orang
batak menunjukkan nilai positif dari orang batak itu sendiri.
Suku dan budaya
Suku adalah komunitas dari satu kumpulan manusia yang berada dalam
satu lingkungan asal (daerah), dalam kehidupan satu lingkungan maka
akan diperlukan atau disepakati tatanan sosial untuk hidup saling
berdampingan yang dianggap dapat megatur setiap individu dengan
individu lainnnya dalam komunitas itu sehingga lama kelamaan menjadi
budaya dari komunitas itu yang seiring dengan perobahan jaman kadang
disesuaikan untuk mencakup nilai yang terjadi pada waktu itu yang
dianggap dapat memperbaiki komunitas atau suku itu. Dalam satu suku
biasanya kita akan melihat kesepakatan yang mengatur suku atau
komunitas itu antara lain
Bahasa (yang menjadi alat komunikasi sehari hari)
1.Pakaian
2.Musik Tradisional
3.Tarian
4.Sifat,
5.Pesta Adat, Peraturan peraturan sosial “adat†yang dianggap menjadi
seremonial atau peraturan tidak tertulis namun di temukan dalam
kehidupan sehari hari, Misalnya :
6.Adat perkawinan,
7.Mengangkat raja,
8.Pesta Panen, dan yang lain lain..
Semua yang melekat dalam satu budaya adalah yang terbaik pada masa itu
dan merupakan kesepakatan dari komunitas suku itu untuk mengatur
kehidupan sosialnya agar dapat saling menghargai satu sama lainnya dan
itulah yang menjadi karakter suku itu atau kata lain JATI DIRI SUKU
ITU.
Suku dan budaya BATAK
Suku Batak adalah salah satu suku yang ada di indonesia ini atau di
dunia ini, Sebagai salah satu suku terdiri dari manusia sebagai
ciptaan Tuhan dibarengi dengan kesukuannya “Adat dan Budaya†dimana
adat itu sebagai tatanan sosial bagi suku batak itu sendiri yang
terkumpul dalam adat DALIHAN NA TOLU dimana didalamnya ada Somba
Marhula hula, Elek Marboru, Manat Mardongan Tubu dimana ada saatnya
kita sebagai hula hula yang dihormati, ada saatnya jadi dongan tubu
yang harus saling tukar pikiran dan saatnya boru hormat pada hula hula
dll. Konsep dalihan natolu yang merupakan hasil kompromi dan
kesepakatan nenek moyang orang batak untuk menjadikan satu komunitas
orang batak dapat hidup secara sosial dengan orang batak lainnya pada
waktu itu, “Ompunta naparjolo martungkot salagunde. Adat napinungka ni
naparjolo sipaihut-ihut on ni na parpudi†Tatanan adat yang ada dibuat
nenek moyang kita dahulu dibuat dan ditujukan buat Generasi Berikutnya
yang disebabkan oleh nenek moyang kita pada waktu itu menganggap
itulah hal terbaik yang bisa mereka teruskan pada generasi mudanya
nanti kelak dengan tujuan menjadi kebiasaan yang baik. Sebagian besar
dari itu masih kita jumpai sekarang ini misalkan pesta adat
pernikahan, mangoppoi jabu(memasuki rumah), pesta gotilon (panen) dll,
Martumba, Martutur. Dll. sebagai generasi muda batak kita perlu kaji
dan pelajari beberapa hal yang harus kita ikuti dari budaya kita yang
perlu kita pertahankan dan perlu kita tinggalkan, Contoh Penyembahan
Berhala harus kita tinggalkan karna kita sudah Beragama, dan budaya
yang baik harus kita pertahankan karna itulah Ciri Kita sebagai Orang
Batak yang berbudaya yang menjadikan Jati Diri Kita.
Perkembangan Jaman, Datangnya Agama dan pengaruh kepada Adat dan
budaya batak
Salah satu yang paling berpengaruh untuk merobah Adat dan budaya batak
adalah datangnya agama ke tanah batak. Datangnya NOMENSEN sebagai
missionaris ke tanah batak dengan membawa kabar suka cita akan
pentingnya keselamatan akhirat banyak merobah kebiasaan orang batak
pada waktu itu walau makan waktu yang lama. Kehidupan suku batak pada
masa sebelum datangnya missionaris sangat menutup diri dengan hanya
berada pada lingkungan sosial yang sama “Hanya komunitas batak†atau
kata lain Liat liat disi. Orang batak hidup terisolasi dan tidak
mengikuti perkembangan perkembangan di luar bonapasogit. Dengan adanya
penginjilan yang turut serta memperbaiki struktur yang ada pada masa
itu, menjadi kan perobahan paradigma lama dari orang batak akan
KeTuhanan dan pentingnya keselamatan, serta yang tak kalah pentingnya
adalah adanya pengajaran akan ilmu pengetahuan, pertanian,kesehatan
dan seiring dengan waktu pola masyarakat mulai berubah dan berkembang
akan penting pegetahuan yang lebih modren dan luas (parbinotoan) tapi
tidak pernah melupakan DALIHAN NATOLU sebagai falsafah budaya dan
hasilnya dapat kita lihat sekarang ini diantaranya kita mementingkan
arti pendidikan seiring dengan perkembangan jaman akan ilmu
pengetahuan dan teknologi dan Tak lupa yang paling kita syukuri adalah
DATANGNYA BERITA SUKA CITA “PEKABARAN INJIL†sehingga kita kebanyakan
jadi pengikut Kristus.
Dari perkembangan budaya itu dan pengaruh kita belajar yang baik
sesuai dengan jaman adalah ANAKKON HI DO HAMORAON DIAU (anakku adalah
kekayaanku) orang tua orang batak berlomba untuk memajukan anaknya
dengan sekolah agar nanti kelak dapat kemajuan dan pendidikan yang
terbaik dengan berbagai usaha tenaga dan pikiran, dapatkah kita
bayangkan berapa pendapatan orang tua kita dan biaya yang harus
dikeluarkan untuk memajukan anaknya “kalau dipikirkan secara
matematika tidak pernah ketemu†ini yang patut kita syukuri pada
Tuhan.
Perkembangan budaya lainnya adalah tentang berpakaian dimana pada
jaman dahulu orang batak memakai ulos sebagai pakaian sehari hari
namun dengan berkembangnya jaman pakaian ulos itu hanya dipakai dalam
upacara adat saja seperti biasa kita lihat sekarang orang kawinan
sudah memakai JAS dan Pakai Dasi, tetapi struktur adat yang paling
penting DALIHAN NA TOLU tidak pernah di tanggalkan, jadi boleh
dikatakan BERKEMBANG TAPI TIDAK LUPA ASAL “MANGALAKKA TU JOLO ALAI
MANAILI TU PUDI†sepanjang tidak merobah hal yang paling dasar dari
orang batak itu sendiri
Perkembangan perkembangan positif ini adalah merupakan hasil dari
pengalaman dan pengalaman generasi yang lebih muda pada waktu itu
setelah perkembangan budaya dan pengalaman yang di dapat setelah
merantau dan memperoleh pendidikan dan pengetahuan yang luas.
Pandangan Generasi Muda Batak
Dari sisi kehidupan Sosial & Modrenisasi
Banyak dari generasi muda batak Bangga dengan budaya sendiri itu wajar
karna sifat semua manusia bukan hanya Suku Batak doang yang bangga
pada diri sendiri, namun yang perlu diperhatikan kebanggaan itu akan
sirna saat kita tidak bisa menunjukkan kebanggaan kita sebagai orang
batak, beberapa hal yang paling dasar dari batak itu pada saat
sekarang ini banyak tidak kita ketahui dan beberapa DOKTRIN yang baik
tentang orang batak itu tidak bisa bisa kita tunjukkan menjadikan kita
hanya bangga semu, misalnya kita tidak pernah menunjukkan bagaimana
seharusnya orang batak itu pada lingkungan sosialnya (jonok dongan
tubu jonokan dongan parhundul) walau dekat talian persaudaraan atau
darah lebih dekat kita pada tetangga di lingkungan kita (dalam artian
kehidupan sosial dan interaksi). Sebagian besar dari kita generasi
muda batak ada yang bisa menunjukkan apa yang bisa dibanggakan dari
orang batak itu tapi ada satu permasalahan adalah sifat kaku kita yang
tidak terbuka pada budaya lainnya dan bersifat tertutup. “kita jangan
lupa budaya kita tapi harus mengikuti perkembangan agar kita juga
dapat maju†sepanjang tidak merobah yang paling dasar.
Malu Sebagai Orang Batak.
Ada sebagian Generasi Muda orang batak yang SANGAT MALU menunjukkan
identitas sebagai orang batak atau kata lain ada beberapa orang secara
doktrin menyesal lahir sebagai orang Batak dikarenakan dengan
menganggap orang batak itu hanya dari sisi Negatif, KERAS, SUKA
Berantam, Sering Berselisih dan lain lain. Memang hal itu tidak dapat
kita pungkiri sebagian dari orang batak itu ada yang menjadi demikian,
tapi yang menjadi pertanyaan adalah:
1.Apakah kita harus menghujat diri kita sendiri
2.Apakah kita harus menyesal lahir sebagai orang batak
3.Apakah kita harus Tinggalkan batak itu
Dalam satu seminar tentang adat batak juga ada seorang menanyakan
“mengapa kita harus belajar budaya batak, bahasa batak, lagu batak,
dll mengapa kita tidak berlomba belajar yang lain aja misalkan
pendidikan tinggi, bahasa inggris dll biar kita tidak ketinggalan
jaman dan tidak di bilang orang KOLOT†Salah satu pembica menjawab dan
berkata; Can you speak english….? ahh itu mungkin mudah bagimu, truss
dia bicara dalam bahasa JERMAN, BELANDA, PRANCIS, dan ada dua bahasa
lain serta 3 bahasa daerah dari indonesia dan lanjut berbicara dengan
berkata.. aku belajar tentang batak dan brangkat dari budaya batak
tapi juga belajar tentang teknologi modren, pendidikan tinggi, bahasa
asing dan aku bisa, Aku orang batak dan berbudaya batak tapi aku juga
mengikuti perkembangan jaman dan berpendidikan â€KOLOT KAHâ€. Sekarang
yang menjadi Pertanyaan.. DIMANA KITA SEKARANG….?, Apa setelah
beberapa orang yang kita lihat dengan mengikuti perkembangan dan
meninggal kan doktrin orang batak itu sudah menjadi lebih baik dari
pendahulu orang batak (orang tua kita) yang sukses dahulu dan diakui
suku suku lain sebagai orang yang pintar disekolah, pejabat, pintar
nyanyi. Kadang kita gengsi dan malu sebagai orang batak, tapi untuk
meyakinkan budaya batak itu tidak perlu kita adopsi sebagai jati diri
kita hanya karena sisi negatif aja tidak bisa, karna kita belum bisa
menunjukkan siapa kita dengan baik atau dengan kata lain Setelah kita
tinggalkan budaya batak aku jadi begini “sukses dan hebatâ€
Yahudi adalah satu suku di dunia ini yang paling lama bertahan dengan
budayanya sampai sekarang adalah penguasa ekonomi dan teknologi, apa
kita lebih sukses dari orang yahudi dengan menerima bulat bulat
perkembangan jaman…? Yang lebih lebih nyata.. apa kita lebih sukses
dari orang Cina yang ada di indonesia telah ratusan tahun di Indonesia
tapi memegang penuh Budaya dan Bahasanya…? Malahan sekarang ini budaya
Cina menjadi salah satu icon berpengaruh di indonesia.. KITA
DIMANA.â€Didia do hita…???â€
Pandangan Agama
Fenomena yang paling kuat sekarang ini adalah pandangan agama
kekristenan, perkembangan ajaran kekristenan sekarang ini terutama
dari beberapa kalangan yang mengharamkan adanya budaya masuk dalam
kehidupan sehari hari.. kita mungkin sering mendengarkan dari beberapa
saudara kita seiman,
1.Tuhan itu menentang adat jadi kita tidak boleh memakai budaya dan
adat kita,
2.Kita tidak boleh memakai peralatan tradisional, misalkan Gondang,
Ulos. Dll
Banyak saudara kita seiman berkata dengan isi alkitab untuk
membenarkan apa yang mereka tidak inginkan dengan pandangan sempit
akan arti KeTuhan.
Agama itu mengajari kita akan pentingnya keselamatan dan siapa yang
menyelamatkan kita dan itu yang kita Imani (percayai) dengan melakukan
kehendak Tuhan. kita sekarang ini melakukan adat dengan mengikut
sertakan Tuhan dalamnya misalkan, pesta pernikahan selalu dimulai
dengan Tarpasu pasu di Gereja dan diikuti oleh Pesta Adat dan dalam
pesta juga selalu di mulai dengan Berdoa apa itu tidak mengikut
sertakan Tuhan..? atau pertanyaan lebih gampang.. mengapa adat dan
budaya barat tidak dilarang mereka..? misalkan perkawinan dengan
Standing Party, Pake Gaun Panjang yang lebih mendasar lagi, perkawinan
kurang sah tanpa adanya CINCIN KAWIN.. mengapa tidak salah..? kalau
kita memang benar benar meninggalkan adat dan semua budaya maka dalam
perkawinan kita hanya perlu datang ke gereja dan minta berkat dari
Tuhan melalui pendeta Habis itu pulang kerumah tidak perlu ada acara
lain. Apa kita mau..?
Lupa Do Ho
Lupa doho.. itulah judul lagu tentang orang batak yang sukses tapi
lupa akan kampung halamannya.. sebenarnya kalau kita simak lagu itu
adalah indah bangat.. banyak dari kita sukses tapi lupa membangun
kampung kita, budaya kita dan mengajarkan yang terbaik buat keluarga
kita, sekampung kita dan orang batak pada umumnya, sebagian dari kita
yang sukses hanya berkata contohlah aku atau sifat jelek orang batak “
HANYA MENGKRITIK ITU JELEK DAN TIDAK BAIK, SEHARUSNYA INI TAPI TIDAK
PERNAH LANGSUNG BERPERAN UNTUK MELAKUKANNYA DEMI KEBAIKANâ€
Bagaimana Kita Generasi Batak
Dalam dunia modren ini sebagai orang batak kita perlu mengerti dan
mencermati secara luas apa sih batak itu…????, Bagaimana….????, dan
telah dimana…??? evaluasi untuk mempertahankan yang baik dengan
menambah hal hal yang bagus dengan pengalaman, ilmu pengetahuan dan
teknologi dengan cara mulai belajar, adakan pelatihan mengenai
pengenalan budaya, Agama, Ilmu pengetahuan dan teknologi modren untuk
menciptakan orang batak yang BERAGAMA, BERBUDAYA, DAN BERPENDIDIKAN.
Dengan ini kita itu kita telah sama sama membangun Bonapasogit dan
orang batak itu sendiri… dan nanti kelak ada generasi muda batak lahir
dan menjadi karakter yang bisa di banggakan.
“Tapature ma diditta†kita masing masing mencari, mengevaluasi apa
yang kurang ,mempertahankan yang baik, memberikan yang terbaik buat
budaya batak agar kita dapat memberikan yang terbaik bagi orang batak
dan orang lainnya sehingga kita dengan Tegak kepala Berkata “AI HALAK
BATAK DO AHU†“AKU ORANG BATAK†dengan bangga karena jika kita hanya
mengkritik dan belum BERBUAT apa apa untuk BATAK itu sendiri karna
sama aja telah meludah kelangit dan yang kena muka sendiri “marsitijur
tu ginjang hona bohiâ€
Songon mangusa botohon maulak ulak tu bona, “mengelus lengan akan
berulang ulang maju mudur†biar orang batak biasa berantam atau
berselisih pendapat pasti ada saatnya akan kembali untuk bersatu dan
berdamai walau lama.
Tugas Kita sebagai Generasi batak adalah dan mempertahankan nilai
budaya dan doktrin yang baik dan memperbaiki segala kekurangan.
Nabisuk do nappuna hata naoto tu pargadisan “orang bijak yang dapat
menguasai pembicaraan tapi orang bodoh akan terjual†KARNA ITU KITA
HARUS BIJAK SEBAGAI ORANG BATAK agar kita Bangga mengatakan kita
Sebagai Orang batak
Edison Harli M Purba (sibolis Na Burju)
Organisasi
1.NHKBP depok 1
2.PERNADOS (Persatuan Naposo Bulung Dolok Sanggul)
3.Naposo Center
sumber : gobatak.com




April 21st, 2008 at 12:22 am
Haloo,
Saya Asima. Saya sedang menulis skripsi dan buku tentang ulos. Mohon bantuan info dan referensi yang berguna bagi saya. Terima kasih.
May 12th, 2008 at 3:44 am
Saya ingin tau tentang apa itu artinya “pesta gotilon di gereja” tks