MEDAN(BATAKPOS)
- Anggaran untuk PSMS musim tahun 2007 sudah ditetapkan DPRD Kota Medan dan tak mungkin ditambah lagi. Jika dihitung dari pengeluaran tim selama putaran pertama dana sebesar Rp10 miliar pasti tak cukup dan diperkirakan hanya bisa bertahan sampai bulan September mendatang.

Tapi, hal tersebut harus disyukuri karena masih dibantu dari APBD. Makanya, untuk menyelamatkan PSMS agar tak bubar manajemen PSMS tak boleh pasrah dan hanya menunggu kebijakan dari Ketua Umum, Drs. H Abdillah. Soalnya, kalau hanya menunggu pasti posisi Ayam Kinantan bakal terus melorot di putaran kedua.

“Kalau anda tanya cukup atau tidak, sudah pasti jawabannya tidak. Tapi kalau dinilai dari segi pemberian bantuan, PSMS harus mensyukurinya,” ujar Haposan Sialagan, Direktur Sport Laws wilayah Indonesia Barat. Mengenai kekurangannya, sambungnya, itu adalah tugas manajemen untuk mencarinya. “Ya, kalau hanya mengharap mutlak dari APBD siapapun orangnya bisa mengurusi PSMS,” sambung pria yang selalu menyaksikan PSMS setiap bertanding di Stadion Teladan itu.

Manajemen, katanya, harus segera mencari solusi dan jangan berharap kepada kebijakan. Berdayakan seluruh elemen di manajemen dan kepengurusan PSMS untuk mencarinya. Baik dari pos bantuan donatur atau dengan menggalang dari sponsor. “Jangan bilang di Medan tidak ada perusahaan besar. Saya rasa kalau semuanya jelas, hotel-hotel berbintang di Medan mau memberikan bantuannya,” katanya. “Bila perlu manajemen mencari dana tambahan dengan mengelola penjualan merchandise. Atau juga bekerja sama dengan panpel dengan melakukan kombinasi penjualan tiket agar meraih pendapatan yang besar. Misalnya 4 hari sebelum pertandingan PSMS dimulai, tiket sudah bisa dibeli di seluruh kecamatan atau daerah-daerah dengan diskon 20 persen. Namun 4 jam sebelum pertandingan harga tiket sudah distandarkan atau kalau boleh dinaikkan. Kreatiflah untuk mendatangkan dana,” sambungnya.

Pria yang saat ini sedang menyelesaikan studi S-2 itu menilai, manajemen PSMS jangan hanya duduk dan berdiam diri tanpa berbuat. Randiman Tarigan dkk harus kreatif dan aktif mencari kekurangan tersebut. Dan seharusnya PSMS bukan menjadi satu klub yang hanya menggelontorkan sejumlah anggaran dari APBD. Tapi, juga menjadi salah satu klub yang bisa menghasilkan uang bagi keperluan timnya sendiri. “Kenapa kita tidak berani mengontrak pemain muda berbakat langsung 2-3 tahun. Nah, kalau si pemain sudah matang, manajemen bisa melepas dengan bandrol tinggi,” tegasnya.

“Semuanya harus dirangkul, karena PSMS adalah Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya. Jadi yang termasuk di Medan harus siap membantu PSMS. Tapi yang dibantu harus jelas jugalah memberikan feed back-nya,” ujarnya. Sementara itu Presiden Kampak FC, Herna Pardede menilai, anggaran Rp10 miliar jelas tidak mencukupi. “Tapi, itukan sudah keputusan, jadi tidak mungkin diubah lagi. Tinggal manajemenlah yang harus berusaha mencari kekurangannya,” bilang pentolan suporter PSMS itu.

Jika dihitung, jumlah bantuan Rp10 miliar sebenarnya bisa menutupi kontrak pemain (lihat grafis). Manajemen tinggal memikirkan bonus, biaya transport, pelatih serta dua asisten pelatih serta biaya membawa beberapa wartawan dan pengurus yang selalu diajak manajemen. (ajp)

PERKIRAAN KONTRAK PEMAIN

1. Markus Rihihina (pg) Rp450 Juta
2. Murphy Kumonple Rp750 Juta
3. Ndongo Mpessa Rp700 Juta
4. Usep Munandar Rp400 Juta
5. Legimin Rahardjo Rp400 Juta
6. Mbom Mbom Julian Rp550 Juta
7. James Koko Lomell Rp700 Juta
8. Supardi Rp400 Juta
9. Mahyadi Panggabean Rp650 Juta
10. Saktiawan Sinaga Rp600 Juta
11. Frank Seator Rp950 Juta
12. Decky Ardian (pg) Rp350 Juta
13. Romi Dias Putra Rp350 Juta
14. Masperi Kasim Rp300 Juta
15. Tomi Pranata Rp300 Juta
16. Deden Hermawan Rp270 Juta
17. Putut Waringin Jati Rp350 Juta
18. Boy Jati Asmara Rp350 Juta
19. Agus Cima Rp300 Juta
20. Satrio Syam Rp170 Juta
21. Andika Yudhisitira Rp150 Juta
22. Erwinsyah Hasibuan Rp150 Juta
23. Usman Pribadi (pg) Rp200 Juta
24. Freddy Muli (pelatih) Rp490 Juta
25. Rudi Saari (asisten pelatih) Rp300 Juta
26. Syahril Nasution (asisten pelatih) Rp250 Juta
Total Rp10,830 Miliar
*Data dari berbagai sumber

Sumber: Harian Sumut Pos, Kamis 03 May 2007