Judul ngaco banget, I know. Saya lagi pengen decompressing my mind aja dengan kengacoan.

tiara lestari
Ketika Tiara Lestari bugil dan semua orang dihebohkan karenanya, semua laki-laki normal (dan bahkan perempuan yang jelas-jelas normal kayak saya ini), pengen ngeliat kayak gimana sih hebohnya. Setelah dilihat, memang harus diakui, “Tiara sangat profesional dan indah, tapi ya, ini kehebohan sesaat aja. Orang juga bakal lupa habis ini,” (ini istilah salah seorang lelaki yang dituakan di sini). Dia berani berpose telanjang, meskipun dia mungkin tahu pose ini bakal disalahartikan dan dihebohkan oleh orang-orang. Apalagi orang-orang yang memasang rambu-rambu seperti yang dijepret oleh pasien rumah sakit yang habis keluar itu di sini.

Puluhan bulan setelah Tiara nggak lagi dianggap sebagai semata-mata model heboh, apalagi karena blognya juga cukup asyik, saya kembali datang ke rumah lelaki “yang dituakan itu” di kos-kos-annya untuk mengambil buku yang udah lama banget saya tagih (tapi nggak dikembali-kembaliin juga!). Makanya, saya kekeuh surekeuh berpendirian bahwa saya harus dapet bukunya saat itu juga. Kebetulan, dianya nggak ada. Adanya si roommate yang langsung menyuruh saya masuk dan mengambil sendiri bukunya.

Ngider sana ngider sini, saya belum nemu bukunya. Yang saya temukan dan saya pandang-pandangi terus kemudian adalah foto Tiara Lestari yang bugil full, di-frame setelah diperbesar, yang dipajang dekat tempat tidurnya.

Saya pulang dengan senyum lebar. Hati lebar. Meskipun buku nggak ada di tangan.

P.S: Maaf, ada “cerita di balik cerita” yang nggak bisa dibeberin disini. Postingan ini tidak dimaksudkan untuk menghina “ketuaan” seorang laki-laki (hehehehe), atau laki-laki normal pada umumnya yang udah pasti suka gambar-gambar begini.

posted by -FM-