LSI Optimistis Reshuffle Bisa Dongkrak Pamor SBY-JK
HOT NEWS | 231 Views April 24th, 2007Jakarta (batakpos)
Awal Mei nanti, Presiden SBY akan merombak jajaran kabinetnya. Lembaga Survei Indonesia (LSI) optimistis pamor SBY-JK bakalterdongkrak jika fokus perombakan untuk meningkatkan kinerja kabinet.
Dalam survei yang dilakukan LSI Maret 2007 lalu, pamor SBY-JK anjlok di bawah ambang batas psikologis. Popularitas SBY tinggal 49,7 persen, sedangkan JK di angka 46,9 persen.
“Reshuffle bisa menambah kepercayaan publik pada Presiden jika konteksnya memperbaiki kinerja kabinet atau pemerintah,” kata Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani kepada detikcom, Senin (23/4).
Sebab survei yang dilakukan Maret 2007 itu mencerminkan masyarakat sudah pesimistis dan kurang puas dengan kinerja Presiden, terutama yang terkait kebutuhan pokok seperti beras.
“Harga beras yang tinggi bagi masyarakat kalangan bawah merupakan persoalan besar,” ujar Saiful.
Karena itu, reshuffle yang dilakukan SBY diharapkan bisa merespons keinginan rakyat. SBY harus membuat solid tim ekonominya yang kini kurang selaras, terutama antara Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian.
Tim ekonomi SBY perlu dibenahi supaya terdiri dari orang-orang yang sepaham. SBY harus bisa melihat siapa anggota tim ekonominya yang bisa dipertahankan.
“Presiden juga harus punya referensi kebijakan. Jika Presiden mengatakan harga beras harus turun, tapi kemudian ada menteri yang menghalangi harga beras turun, dia harus dikeluarkan,” tutur Saiful.
Pria bergelar doktor dari Ohio University ini juga menyoroti kasus-kasus korupsi yang dari persepsi publik mengalami penurunan cukup tajam. Turunnya persepsi publik ini mengindikasikan anggota kabinet yang terkait masalah ini harus dibenahi.
“Karena ini menjadi sumber ketidakpastian bagi masyarakat. Misalnya, menteri yang jelas-jelas melanggar hukum. Meski secara hukum belum terbukti, secara politis jelas itu tidak benar. Presiden harus copot dia,” tegas Saiful.
SBY juga harus menempatkan orang yang cocok untuk pos mendagri setelah Mendagri M Ma’ruf mengalami gangguan kesehatan.
Tidak hanya itu, komitmen menteri-menterinya di bidang investasi dan ketenagakerjaan juga harus dilihat lagi.
“Kita bisa lihat nanti dalam survei Juni atau Juli yang akan dilakukan LSI, apakah reshuffle yang dilakukan berdampak positif atau sebaliknya. Kalau tidak (negatif), tentu harus dicari tahu lagi penyebabnya,” kunci pria kelahiran Serang 8 Agustus 1962 ini.
PAN Belum Diajak Bicara Reshuffle
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berjanji akan mengkomunikasikan reshuffle kabinet dengan partai-partai politik. Namun PAN mengaku belum pernah diajak bicara oleh SBY, meski reshuffle dijanjikan awal Mei 2007.
“Belum. Kami belum diajak bicara (reshuffle). Baru ada sinyal-sinyal saja. Tapi terserah presiden, karena reshuffle itu hak prerogatif presiden,” ungkap Sekjen PAN Zulkifli Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin.
Meski PAN berharap SBY mengkomunikasikan reshuffle dengan pimpinan parpol, namun bukan berarti PAN akan “mengintimidasi” SBY. SBY diminta tetap diminta mempertimbangkan reshuffle kabinet berdasarkan profesionalitas.
“Presiden jangan terpengaruh oleh para elit parpol. Karena reshuffle itu hak prerogatif, jadi jangan sampai terkontaminasi. Reshuffle itu kan untuk memperbaiki kinerja pemerintah,” kata Zul.
Presiden juga diminta untuk tidak semata mempertimbangkan aspek politis. Misalnya dalam kasus desakan mundur terhadap menteri dari PAN, Hatta Rajasa. Zul melihat desakan mundur terhadap Menteri Perhubungan itu cenderung politis.
“Kalau saya melihat, aspek politisnya sangat tinggi terkait dengan soal Hatta. Presiden tidak boleh terpengaruh dengan aspek politis,” tandas Zul.
Siapa menteri akan diganti ditanya ke dukun
Bulan Mei sebentar lagi tiba. Para menteri Kabinet Indonesia Bersatu dag dig dug. Siapa yang kena reshuffle? Kabarnya ada yang tidak tahan menanggung resah dan gelisah. Jawaban pun dicari ke dukun. Benarkah?
“Astagfirullah al-adzim,” seru Menteri Negara Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman terperanjat saat dikonfirmasi apa benar ada sejumlah menteri yang ke paranormal alias dukun.
Sejurus kemudian, Kusmayanto pun tertawa geli sambil menggelengkan kepala. Kusmayanto ditemui usai mendampingi SBY mengikuti peresmian Pekan Keselamatan Transportasi Darat di Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta, Senin (23/4).
Kalau Bapak yang kena reshuffle bagaimana? “Pokoknya saya memberikan yang terbaik saja bagi negara,” ujarnya diplomatis sambil berlalu.
Menristek bantah dirinya sakit
Menteri Negera Riset dan Teknologi Dr Kusmayanto Kadiman membantah dirinya sakit seperti diberitakan media massa sehingga diperkirakan termasuk dalam menteri yang akan diganti atau direshuffle pada awal bulan Mei oleh Presiden Yudhoyono.
“Saya tidak bisa memberi komentar atau masukan apa-apa tentang reshuffle selain mengatakan bahwa saya sehat, seperti dilaporkan tim dokter RS Gatot Subroto,” kata Kusmayanto, Senin (23/4).
Mantan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) itu mengatakan dirinya melakukan kateter jantung sesuai usulan dokter, dan bukan karena dirinya terkena serangan jantung atau stroke.
Kusmayanto juga membantah bahwa soal kesehatan menteri dan rencana reshuffle tersebut merupakan pernyataan dari dalam kabinet, sehingga hanya menganggapnya sebagai pernyataan umum.
Soal itu tentu perlu berdasarkan data kesehatan orang per orang yang dibuat tim dokter RS Gatot Subroto. Saya yakin RI-I (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, red) dan RI-2 (Wapres Jusuf Kalla, red) punya akses ke data tersebut,” katanya.
Kusmayanto Kadiman disebut-sebut termasuk dalam jajaran 13 menteri kabinet yang rencananya akan direshuffle, karena alasan tidak sehat, antara lain karena berpenyakit jantung.
Menteri-menteri lainnya yang disebutkan tidak sehat antara lain, Menteri Dalam Negeri M Ma’aruf (sedang dirawat di Singapura), Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menteri Negara Lingkungan Rachmat Witoelar, Menteri PU Djioko Kirmanto, Menhan Juwono Sudarsono serta Menteri Negara BUMN Sugiharto.
Pariwisata Terpuruk, Menteri Jero Wacik Dinilai Gagal
Semakin kencangnya isu reshuffle kabinet oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat kalangan pariwisata Bali mengkritisi kiprah Menteri Pariwisata Jero Wacik. Ia dinilai gagal melakukan pemulihan pariwisata Indonesia dan Bali pasca bom Bali I dan II.
“Recovery pariwisata yang menelan biaya Rp 60 miliar sejak tahun 2006 tidak membuahkan hasil yang signifikan,” kata Pengusaha Pariwisata Bali Jro Gede Karang Tangkid di rumah makan Taliwang, Jl Teuku Umar, Denpasar, Senin (23/04).
Jro Karang juga menilai kebijakan pariwisata Indonesia telah keliru, sehingga tidak terjadi perubahan iklim pariwisata. Hal ini disebabkan karena tidak adanya terobosan baru yang bisa membangkitkan pariwisata.
“Satu permasalahan adalah sebagai pejabat utama, semestinya tahu objek wisata yang menarik itu seperti apa. Contohnya, pariwisata Bali saat ini sangat monoton dan tidak ada terobosan sehingga membosankan wisatawan asing,” kata Jro Karang yang juga mantan Ketua Tim Sukses SBY-JK di Bali.
Untuk memulihkan pariwisata Bali, sebagai ikon pariwisata Indonesia, dia mengusulkan wisata pedesaan. Menurut dia, wisata pedesaan sangat digemari wisatawan mancanegara. Wisata ini memadukan antara pertanian sebagai akar budaya dengan pariwisata. Jenis wisata ini sangat cocok diterapkan di seluruh Indonesia.
Jro Karang berharap dalam reshuffle kabinet nanti, presiden menempatkan orang-orang profesional, serta mengubah kebijakan pariwisata yang menukik dan mengenai sasaran pembenahan pariwisata.
Sementara itu, Ketua DPD Asita Bali Allpurwa mengatakan peningkatan pariwisata Bali tidak signifikan. “Ada kenaikan, tetapi jenis wisatawan tidak seperti dulu. Angka wisatawan meningkat tetapi duitnya belum signifikan. Jenis wisatawan saat ini masa tinggalnya pendek. Wisatawan tradisional yang potensial seperti Amerika, Inggris dan Australia masih di bawah travel warning,” kata dia. (detikcom/Tbt/j/i)




Recent Comments