“O Tano Batak”, Bukan Khusus untuk Orang Batak
MUSIK | 1,256 Views April 22nd, 2007Acara musik “O Tano Batak” yang ditayangkan “Indosiar” cukup digemari para penonton. Agar lebih semarak, tayangan musik ini juga sengaja menghadirkan penyanyi-penyanyi non-Batak. [Foto: Dok Indosiar]
Stasiun televisi Indosiar menayangkan kembali program musik bernuansa Batak. Kali ini program hiburan itu diberi judul O Tano Batak. Jauh sebelumnya, stasiun televisi ini menayangkan program musik dengan nuansa yang sama yaitu Horas.
O Tano Batak ditayangkan Indosiar setiap hari Rabu pukul 23.00 WIB. Bila dibandingkan dengan program sebelumnya (Horas), ada perbedaan yang melekat pada O Tano Batak. Misalnya, kehadiran para penyanyi non-Batak yang membawakan lagu-lagu batak. Musiknya nya pun berbeda, dari yang asli sampai yang modern.
Dari beberapa penayangan program ini, penyanyi yang turut berpartisipasi antara lain Edo Kondologit, Andy Rif, Rieke Roslan. Itu adalah sebagian dari penyanyi non-Batak. Sementara, para penyanyi Batak antara lain: Joy Tobing, Victor Hutabarat, Judika Sihotang, Silaen Sister, dan Trio Lamtama.
Selain penyanyi dan musik yang berbeda, program dengan pembawa acara (MC) Charles Bonar Sirait ini, bukan hanya untuk melepaskan kerinduan orang Batak terhadap kebudayaannya. Program ini juga bisa dinikmati non-Batak karena lagu-lagu yang disuguhkan bukan lagu Batak saja.
Perbedaan-perbedaan inilah menurut Humas Indosiar Gufroni Sakaril, yang menjadi nilai tambah O Tano Batak sekalipun bisa dikatakan merupakan reinkarnasi Horas.
Lebih lanjut Gufron mengatakan, lagu-lagu yang saat ini populer di tengah masyarakat, seperti SMS disuguhkan pada O Tano Batak. Bahkan, ujarnya, lagu-lagu berbahasa Inggris juga bisa disuguhkan. Dengan sifat yang lebih terbuka, O Tano Batak menjadi media akulturasi berbagai budaya. Setidaknya cara ini bisa menarik perhatian penonton yang nonBatak.
Muda dan Tua
Sekalipun dikemas dengan banyak variasi, tetapi esensi dari budaya Batak tidak ditinggalkan. Konsep inilah yang diusung Music Director Viky Sianipar. Bersama dengan Viky Sianipar Band, Viky mengiringi sejumlah penyanyi yang tampil pada O Tano Batak untuk episode 1-4 dan 9-13.
Menurut dia, musik yang disuguhkan pada program tersebut ditujukan untuk penonton berusia 15 tahun ke atas atau dari kaum muda sampai orangtua. Atas dasar itu, musik yang dihadirkan tidak hanya musik asli (orisinal) tetapi juga modern, seperti R&B, rap, pop, dan rock.
“Aransemen musik tergantung pada penyanyinya. Misalnya bila Vina Panduwinata yang nyanyi, saya akan mengemas secara pop,” ujarnya.
Variasi musik tersebut diharapkan bisa menarik perhatian orang muda, khususnya orang Batak yang bukan kelahiran Sumatera Utara. Pasalnya, orang muda yang tidak terbiasa dengan musik tradisional Batak, misalnya sarune (terompet), hasapi (kecapi) akan lebih mudah menerima musik yang dikemas modern.
Musik modern tersebut disesuaikan dengan jenis lagu. Artinya, tidak semua lagu Batak bisa dikemas dengan irama rock, atau rap. Lagu Sinanggartulo, contohnya, adalah lagu gembira yang bisa dibawakan dengan irama rap. Berbagai variasi itu, pastinya tidak meninggalkan prinsip aransemen, yaitu tema, mood si pencipta lagu.
Lebih jauh Viky menyebut, bagi dirinya O Tano Batak tidak sekadar mengasah keterampilannya di bidang musik. Lebih dari itu, program ini merupakan wadah untuk melestarikan budaya Batak
Kalau bukan generasi muda, siapa lagi yang akan meneruskan budaya Batak?
O Tano Batak memang banyak mengemas lagu -lagu Batak. Sebagian besar para penyanyinya juga kelahiran Tapanuli, Sumatera Utara. Meskipun demikian, konsep acara ini bukan hanya diperuntukkan khusus penonton beretnis Batak.
“Acara ini sebenarnya banyak dibantu oleh para musisi non-Batak. Mereka berkolaborasi dalam menyajikan lagu-lagu Batak,” tutur Gufron.
Setiap episode terdiri dari empat segmen. Lagu-lagu lama yang terkenal seperti Nasonang Do Hita Nadua ditampilkan bersama lagu baru. Gufron mengharapkan, acara ini menjadi penawar rindu bagi etnis Batak yang kerap terkenang pada kampung halamannya.
“Kami juga mengajak musisi non-Batak dalam acara ini. Mereka diajak berkolaborasi menggarap acara ini,” tambah Gufron.
Dalam kehidupan sehari-hari, orang Batak mencintai lagu-lagu asal tanah kelahirannya. Lagu-lagu sentimental sangat disenangi mereka. Seperti lagu Butet dan Anju au. Ada pula beberapa lagu gembira yang mengingatkan kampung halaman. Seperti: Lisoy, rura Slindung, Maragam-ragam, Si Togol dan A Sing Sing So.
“Kami menyediakan fasilitas kepada para penggemar lagu-lagu daerah. Tapi bukan berarti itu suatu acara yang bersifat sektarian. Kecintaan pada tanah kelahiran tak membuat orang menjadi terkotak-kotak,” ujar Gufron.
Langkah yang diambil Indosiar tak terhenti di sana saja. Hal itu akan disusul dengan kesenian lain yang juga digemari etnis lain Semuanya mengacu kepada Bhinneka Tunggal Ika. Boleh jadi, orang Jawa terpesona dengan daerah Lampung karena pernah tinggal di sana.
“Bukan mustahil, orang Minang yang menyukai lagu-lagu Melayu asli karena pernah merantau ke Riau, atau masyarakat Banjar yang teringat akan kota yang pernah disinggahi saat mendengar lagu Jawa,” tutur Gufron. [N-4/FA/U-5]




May 2nd, 2007 at 12:15 am
gw salah satu fans o tano batak di tanjungpinang kepulauan riau dan sayang tidak semua televisi disini dapat menangkap siaran Indosiar, dan kami jg disini ada siaran radio khusus lagu2 batak dlm acara O TANO BATAK/OTB
June 16th, 2007 at 2:39 am
horas,,,,,,madihita sudena,mauliate ma alana adong kumpulan ni halak batak,mo nanya ni bole ga buat rekaman soalnya pengen jadi penyanyi sudah lama saya punya kerinduan buat album batak,,,sai Tuhatta ma namandongani hita saluhutna.
June 26th, 2007 at 4:26 am
Mau Stop Kerusakan Lingkungan,Biangnya Bupati Purwakarta
Purwakarta - Jika anda mau agar kerusakan lingkungan dampak dari galian C (pasir-red) ditutup atau stop di daerah Purwakarta, cara yang paling muzarab adalah harus menemui Bupati Purwakarta Lily Hambali Hasan.
Bupati punya pran didalamnya karena selama ini banyak pengusaha galian pasir sudah melakukan koordinasi dengan Bupati. Tanpa melalui Bupati jangan harap rencana anda bisa menyetop kerusakan lingkungan.
Kerusakan Lingkungan yang dipelihara Bupati salah satunya adalah milik PT Pratiwi di Kecamatan Bungursari, Desa Bungursari, Kab Purwakarta. Galian pasir milik PT Paratiwi dengan luas 20 hektar mendapat izin bupati.
Ironisnya, baru baru ini Bupati dan kroninya juga telah meresmikan jalan aspal menuju tempat galian pasir yang terbesar di Purwakarta milik PT Pratiwi.
Kepada pemerharhati lingkungan sungguh sangat sia sia jika anda hanya berkoar koar kalau ingin lingkungan terjaga kalau tanpa menemui bupati. Bupati ada hubungan emosional dengan pengusaha galian bernama cahyono.
Menurut Kepala Kantor Pertambangan Pemkab Purwakarta kepada wartawan mengatakan, galian pasir C milik PT Paratiwi sangat merusak lingkungan karena kedalaman galian mencapai 25-30 meter.
Galian milik PT Pratiwi yang dikelola Cahyono di Kecamatan Bungursari sangat banyak. Ada yang luasnya 8 hektar, 3 hektar dan 5 hektar dengan total keseluruhan mencapai 30 hektar.
Sudah berulangkali saya menegur PT Pengusaha Cahyono melalui tulisan dan lisan namun tak diindahkan. Sebaliknya saya yang mendapat teguran dari bupati purwakarta, “imbuhnya.
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Jawa Barat Ismail Hasjim di Bandung. Kerusakan Lingkungan yang terparah terjadi di Cipamingkis di Kabupaten Bogor, Warungkondang di Kabupaten Cianjur, dan Cimangkok di Kabupaten Sukabumi. Sebenarnya, terdapat daerah galian C lain yang rusak, seperti di Kabupaten Bandung dan Purwakarta, tetapi paling parah terjadi di daerah Purwakarta.
Ismail tidak dapat menyebutkan luas keseluruhan galian C di Jabar yang merusak, tetapi setiap titik berkisar 40-80 hektar. Lokasi galian perlu ditutup dan direhabilitasi untuk penataan ruang berikutnya, seperti dijadikan permukiman, lahan pertanian, atau peruntukan lain.
Pihak yang menutup seharusnya adalah pemberi izin galian, yaitu pemerintah kabupaten yang bersangkutan. Pengusaha galian C yang merusak meskipun izinnya legal harus ditangkap. Kelemahan mengatasi hal itu, diakui Ismail, juga terletak pada peran penegak hukum.
Anggota Dewan Pakar dan Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda, Sobirin, mengatakan, Pemprov Jabar harus menutup galian yang merusak lingkungan. Titik-titik galian yang harus segera diambil tindakan terletak di Gunung Tampomas, Kabupaten Sumedang.
Butuh alih profesi
Penutupan galian C di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, tanggal 9 Februari lalu masih menyisakan persoalan. Penutupan itu menyebabkan sekitar 200 pekerja galian pasir menganggur sampai saat ini.
”Mereka butuh alih profesi karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa mereka lakukan. Sementara itu, kebutuhan hidup mereka harus dipenuhi setiap hari,” ujar Anwar Sobari, Sekretaris Desa Cikalahang, Selasa (21/2).
Menurut Anwar, salah satu alternatif pekerjaan yang bisa dilakukan pekerja galian itu adalah menjadi buruh tani. Namun, saat ini, pekerjaan itu tidak bisa dilakukan karena musim tanam sudah lewat. ”Untuk jangka panjang, sebaiknya ada uluran tangan pemerintah untuk membuka lapangan pekerjaan lain bagi para buruh yang menganggur,” tutur Anwar Sobari. (Gabungan)
September 6th, 2007 at 7:45 am
HORAS…
sy snang diadakan acara O tano batak, soalnya sy liat slama ini banyak orang2 yang nonton acara ini. Dan lebih2 sy perhatikan asal ada acara kibot, rata2 smua orang memakai atau menyanyikan lagu batak. sy orang batak, tapi sy kuranggggg amat bahasa batak, karna sy sjak lahir tinggal di Medan, dan gabung2an sy pun jarak memakai bahasa batak, keseringan bahasa Indo.
Jadi sy banyak2 terima kasih atas ditayangkan kembali acara tersebut. kiranya bapak2 saudara2 sekalian dapat bekerja Se-indah mungkin.
September 26th, 2007 at 8:42 am
Acara O tano Batak masih ada ngitu udah lama sy ndak pernah lihat lagi,aku sangat senang sama acara tersebut biarpun saya bukan orang Batak,tapi teman-teman saya banyak orang batak mereka sangat terbuka menyenangkan diajak bicara,dan adat-istidatnya uh tidak ada duanya,hidup tano Batak.
September 28th, 2007 at 3:23 am
gw pngn bgt agr d pasang satelit/pemancar siaran tv swasta d Samosir agr seluruh Masyarakat batak dpt menerima siaran tv swasta sprti Metrotv.Sctv,RCTI, dll.
smoga sluruh Masyarakat batak yg telah sukses d jakarta agr dpt memberikan saran yang membangun,
mksh bgt,
slm knl bwt Tulang,Nantulang,Bapa Uda dan temen2 semua.
Dari : Richard S Situmorang
Mahasiswa Universitas Sriwijaya
081367071114
October 2nd, 2007 at 1:32 am
O Tano Bataknya masih lanjut ya…dah lama bgt ga nonton,dulu sih sering nonton.tp klo nyayiin lagu batak orang batak asli aza, jadi pengucapannya benar.Maju terus……..
December 21st, 2007 at 7:18 am
Terimaksih buat info2 terbarunya,
maju terus batak….
February 20th, 2008 at 5:15 pm
Nice! Thanks!
March 1st, 2008 at 4:42 pm
Nice Site! Thanks!
March 11th, 2008 at 11:13 pm
saya victor. panggilan vicoy…
saya orang batak yang berdomisili di karawaci tangerang.
dari dulu ada kerinduan di hati saya bisa bernyanyi di o tano batak indosiar….
saya pindah ke jakarta ini karena ada keyakinan dihati diberikan kesempatan nyanyi di acara horas o tano batak indosiar. apalagi menjadi penyanyi tetap di indosiar.
kalau pengalaman di tarik suara sih ada. di dunia penyiaran ada (radio) dan sekarang sedang bekerja di salah satu perusahaan swasta luar di karawaci…
so,
please…..
berikan saya kesempatan untuk bisa bergabung……
thanks